Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"es krim vanilla enak banget ya."
"mintchoco terbaik sih."
obrolan random yang terjadi antara satu pasangan yang begitu uwu abad ini yaitu, haechan dan yeonjun.
saat ini mereka ceritanya lagi nge-date berkedok nongki. bertempatan di minimarket depan komplek perumahan.
ditemani beranginnya malam bersama satu cup es krim ukuran large ditangan masing-masing.
balik lagi akan pernyataan si surai langit yeonjun tadi yang membuat si imut haechan mengernyit dahi. apa katanya tadi?
"pasta gigi enak?"
yeonjun yang begitu asik menikmati setiap sendok cemilan dingin itu seketika merengut. aish, ingin sekali rasanya mengamuk tapi tidak bisa karna itu kesayangannya yang berucap. coba orang lain contohnya lucas sang sahabat? hoho, pasti sudah tinggal nama.
akhirnya dengan senyum terpaksa. yeonjun mengangkat kedua bahunya. "enaklah lebih enak dari vanilla," tentu saja yeonjun tidak berpikir dulu sebelum kalimat itu meluncur dari bibirnya.
dan si imut sudah pasti tidak terima. "ih mengada-ngada vanilla itu rasa paling istimewa dan tahtanya paling tinggi diatas segala rasa! mintchoco ke-100!" awh, ada yang mengajak berdebat disini.
yeonjun melirik sekilas sang kekasih. sekilas saja, sebab takut khilaf. ya tuhan, haechan dengan mulut belepotan vanilla sungguh membuat moral yeonjun yang sudah setipis kulit bawang hanya bisa meringis pilu, "kata siapa?" serunya dengan suara serak.
kurang ajar.
yeonjun meremat wadah es krim tanpa sadar. astaga haechan tidak perlu cemberut dan berhenti menatapnya dengan kepala miring seperti puppy begitu!
sial!
"kata chanie?"
menggemaskan sekali wajah polos itu. membuat yang dibawah (jempol kaki yeonjun) begitu bersemangat.
yeonjun menghela nafas gusar, keringat sebesar biji jagung yang mengalir dari dahinya pun diusap. mencoba mengembalikan kesadaran lagi atas bayangan tidak-tidak yang menari-nari di otaknya.
sulit juga ya jika dibekali otak yang kadang-kadang.. dirty.
"um,"
"um? hanya itu?"
"ya," ucap yeonjun lemas. udara dingin saat ini juga sangat tidak membantu, "sudah selesai?"
apa?
haechan mendongak saat yeonjun beranjak kesamping nya. membuang cup miliknya sendiri yang sudah habis kedalam tong sampah.
haechan semakin cemberut, "sebentar sekali? chanie bahkan belum makan ramyeon, hyungie," rengeknya manja. nada nya dibuat seimut mungkin. belum lagi netra bulat dikedip-kedipkan. sudahlah yeonjun rasanya ingin menggedong kekasihnya itu dan menguncinya didalam kamar saja.
SAY NO untuk konsumsi public. ini milik pribadi dan sangat tidak disarankan untuk dibagi-bagi. untung saja saat ini tidak ada orang lain selain mereka jadi ke-kawaii-an sang kekasih tetap terjaga kualitasnya.
yeonjun mengusap pangkal hidungnya yang terasa berdenyut. dan selanjutnya tubuh jakung itu pun menunduk.
haechan merona parah. "y-yeon hyungie m-mesum!"
"hehehe."
"makan ramyeon-nya sambil melihat bintang di rumah hyungie aja mau, nda?"