lavender

808 42 1
                                        

warn:
• bxb content
• FIKSI❗

warn:• bxb content• FIKSI❗

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

pagi itu si manis park haechan melangkah terburu-buru di dalam kediamannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

pagi itu si manis park haechan melangkah terburu-buru di dalam kediamannya. dari dalam kamar, area dapur, dan sekarang di depan rak sepatu depan pintu. raut panik tidak absen terpasang semenjak ia sadar jika jam sudah menunjukkan pukul 7.10 pagi.

ya haechan telat, lagi.

entah sudah keberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. dengan alasan yang sama, kesiangan. jika saja bunda park tahu, haechan pasti akan diseret untuk kembali pulang dan tinggal di rumah utama. fyi, haechan memang tinggal sendiri. disalah satu apartemen yang dekat dengan sekolahnya. jarak sekolah yang cukup jauh dari rumah utama membuat seorang haechan yang cukup manja nekat hidup sendiri.

tentu saja awalnya tidak mudah. apalagi untuk mendapat izin dari bunda park yang sangat tidak bisa dikalahkan itu. haechan bahkan mendrama dengan tangis tersedu saja tidak mampu meluluhkan hati baja sang bunda. dan akhirnya ayah park lah mencoba ikut turun tangan dengan dalih: haechanie kan sudah besar. biarlah dia mengambil keputusan yang baginya benar. lagipula tidak salah juga untuk hidup sendiri itung-itungkan mandiri. nanti kalau dia macam-macam ayah sendiri yang gotong buat pulang. memakan waktu hampir seminggu bunda pun setuju dengan berat hati.

seharian haechan memeluk pria tampan yang ia panggil ayah itu erat. memang tanpa ayah, haechan hanya butiran debu.

brak!

menutup pintu cukup brutal dan menguncinya, si manis park itu pun berlari kearah lift.

"tolong tahan!"

haechan berteriak cukup nyaring sampai sosok yang sudah di dalam lift reflek menahan pintu lift yang hampir tertutup setengah.

"m-makasih," haechan yang masih ngos-ngos san tidak sadar bagaimana ia ditatap lekat dengan senyum maklum.

"telat lagi huh."

haechan yang kini mulai tenang menoleh. seketika mata beruang lucu itu berbinar terang. "kak san?!"

baby bear (haechan centric) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang