ciel

544 24 1
                                        

warn:
• bxb content
• FIKSI❗

warn:• bxb content• FIKSI❗

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

















"ian!"

dua anak adam yang tadi asik dalam dunianya menoleh saat suara lembut itu memanggil salah satu di antara mereka.

julian-si tampan bersurai hitam itu-pun berbalik badan, dan mendapati kakak kelas favoritnya kini berdiri di hadapannya dengan napas yang tersengal. julian mengerutkan dahi, bingung.

"kak ellen?"

"hai, ian!" sapanya sambil tersenyum manis, lalu melirik orang di samping julian yang tampak memperhatikannya. "halo juga kamu!" katanya kepada feron yang belum dikenalnya.

"julian sibuk?" lanjut ellen.

julian menggeleng. "ada apa kak? butuh bantuan?"

ellen tampak ragu sejenak, sebelum akhirnya bertanya, "hum itu ... ian lihat nata?"

ah, julian mulai paham alurnya. siapa lagi yang bisa membuat ellen, yang terkenal kalem, gelisah begini kalau bukan nata? sahabat blangsak-nya itu.

"nata?" gumam julian.

"hum," jawab ellen cepat. "dari tadi pagi kakak nge-chat nggak dibalas. terus kakak cek ke kelasnya, ternyata tasnya juga nggak ada."

julian mengerjap. "nggak lihat, kak. dari jam pertama tadi aku rapat OSIS, jadi belum sempat ke kelas."

ellen menghela napas, tampak lesu. julian refleks menggaruk tengkuknya, merasa tak enak hati.

"izin."

suara feron memecah suasana. julian dan ellen menoleh padanya.

"izin?" ulang julian.

"iya," feron mengangguk. "tadi pak satpam antar surat izin atas nama nata."

ellen semakin resah. ekspresinya begitu kentara hingga julian ikut tertular.

"izin apa? sakit?" tanya julian lagi.

baby bear (haechan centric) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang