Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
"kak acel duduknya yang bener ih!"
"udah bener ini."
"kakak tuh berat tau!"
"tau lah. kan sama cinta kakak ke hico, berat."
hico cemberut. ia kembali memekik saat kedua tangan mikael semakin melilit tubuh kecilnya. mikael duduk tepat dibelakang tubuhnya, jadi badan besar lelaki itu begitu leluasa melingkupinya. hico bahkan susah bergerak karena sepasang kaki mikael juga ikut memenjarakan tubuhnya. mikael seperti koala besar yang seakan-akan melindungi anaknya dalam kantung pelukan.
menyebalkan!
"no PDA, please!" teriakan itu datang dari lelaki disebelah kiri mereka, azzam. ia menatap keduanya lebih ke mikael tepatnya dengan tatapan sinis. "clingy banget lo kek anjing."
mendengar itu mikael bukannya marah justru tertawa. dengan tidak tahu malunya pipi gembil sang kekasih dijilat manja.
"kakak!"
"woof! woof!"
azzam melotot tidak percaya. "mikael gila!"
hico mengusap pipinya dengan lengan hoodie. wajah anak itu memerah, dengan mata bulatnya melototi mikael yang masih larut dengan tawa. malu menguasai kaki hingga kepala. mikael benar-benar keterlaluan jahilnya.
"kak acel udah! aku mau main!" hico mencubit tangan mikael gemas merasakan jemari pria besar itu kini mulai masuk dalam hoodie dan mengusap perutnya.
"kakak kangen kamu sayang." bisik mikael. sisi leher sebelah kiri hico ditaburi kecupan. mikael tersenyum dengan giginya yang rapi. "coco ga kangen kakak kah?"
"enggak."
bohong. tentu saja jawabannya selalu iya. hanya saja hico tidak ingin terlalu terang-terangan. that's ridiculous, got it? apalagi saat ini yang berada ditempat yang sama bukan hanya mereka berdua tapi hampir seluruh teman-teman tongkrongan mikael! oh, absolutely no. hico never do that.