Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"duh, ngapain sih!"
bunda melirik park haechan yang pagi-pagi bertampang keruh. berdiri di samping jendela ngintip-ngintip. persis seperti ibu-ibu kepo yang tetangganya lagi berkelahi.
"lagi ngapain tuh?"
"stt!"
bunda reflek ikutan menaruh telunjuk ke bibir waktu haechan lakuin hal sama sambil melotot.
sekali lagi ngelirik jendela haechan deketin bundanya yang berdiri di depan ruang makan.
"ada apa?" bunda bisik-bisik. haechan mau ketawa liat bunda lucunya tapi kan mood nya lagi buruk.
haechan dengan lesu menuju meja makan. menyendok nasi goreng spesial dengan kimchi yang enak banget. haechan pura-pura bodoh saat nyadarin bunda masih liatin dia keheranan.
bunda pun duduk di depan haechan sambil gigit buah apel. "bunda dicuekin."
haechan yang sibuk sama nasi goreng tersadar. sedikit semangat dari nasi goreng luruh lagi. bunda mengernyit―ngeri sekali perubahan ekspresi sekejap itu.
haechan taruh sendoknya. terus menatap bunda. "maaf," cicitnya.
bunda mengerjap. "kenapa minta maaf?"
duh, ada apa ini?
"nyuekin bunda, adek gak maksud gitu."
bunda terkekeh. apasih lucu sekali. "nda papa. terus bunda boleh tau kenapa tadi ngedumel sambil intip-intip jendela gitu?"
haechan langsung cemberut lagi. "ada kak younghoon,"
bunda ngerutin dahi. "di mana?"
"di luar."
"beneran? loh, kok nda diajak masuk?"
haechan narik napas. "bunda lupa."
haechan kesel lagi. bunda ini lupa apa gimana?! tapi gak mungkin lupa! orang haechan baru kemarin bilangnya.