Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
kang daniel bersandar lelah pada kursi kerjanya. pusing yang sejak tadi mengganggu kembali menyerang, membuat pria matang itu memejamkan mata rapat-rapat. mencoba mencari ketenangan di tengah sunyi ruangan yang sudah hampir ia tempati satu lustrum.
daniel begitu larut dan hampir dijemput peri mimpi, ketika tiba-tiba suara keras pintu didorong membuatnya tersentak.
tanpa sadar, daniel menggeram.
"siang pak boss!"
nada cempreng yang terlalu familiar itu berhasil membuat kening kang daniel berkerut.
sungguh kontras.
saat dirinya menampilkan wajah masam, sosok perempuan berambut merah menyala itu justru menyunggingkan senyum lebar.
dengan langkah percaya diri, high heels bermerek yang dipakainya berderap menuju sofa di ujung ruangan. tanpa basa-basi, ia langsung menjatuhkan diri di sana, sama sekali tak peduli pada tatapan tajam pemilik ruangan.
"ah, akhirnya!" serunya riang, seratus persen mengabaikan daniel yang masih menatapnya penuh ketidaksenangan.
"apa maumu, kang seulgi?" suara daniel dingin, menyebut nama wanita itu dengan jelas.
ya, kang seulgi. wanita cantik itu.
ia tertawa anggun, namun di mata daniel, tawa itu terasa dibuat-buat.
"hanya mampir. apa seorang kakak tidak boleh mengunjungi adiknya sendiri?"
daniel mendengus lagi, kali ini terdengar jelas tanpa di tutup-tutupi. tidak sopan. tapi peduli apa dirinya? wanita itu yang sialnya kakak kandungnya sendiri memang selalu menjengkelkan. cukup lihat saja, bagaimana sekarang ia berbaring di sofa dengan santai, tanpa sedikit pun rasa malu.
"to the point. aku tidak punya waktu meladeni sikap sembrono-mu itu sekarang."
terdengar kasar, namun biarlah. daniel hanya terlalu penat. dokumen menumpuk, rapat yang tak ada habisnya, terasa hampir merenggut kewarasannya. ia bahkan beberapa minggu terakhir tak sempat beristirahat dengan layak, dan kini harus menghadapi tingkah laku kakaknya yang ajaib itu?
this has to be a joke.
daniel layak diberi penghargaan. setidaknya masuk nominasi sebagai salah satu manusia paling kuat yang masih bisa bertahan di tengah semua ini.
seulgi akhirnya duduk dengan benar, terpaku oleh nada suara daniel yang terdengar datar sekaligus serak. tatapannya seketika memantulkan rasa iba. huh, adik beruangnya itu benar-benar tampak seperti zombie!
menyedihkan sekali. apalagi dengan lingkar hitam tebal yang menghiasi bawah mata daniel. entah sudah berapa lama pria itu tidak tidur dengan layak.
"kamu kelihatan mengenaskan sekali, adik kecil," ujar seulgi penuh simpati. "lihat dirimu! astaga, appa pasti akan menangis darah kalau melihat anaknya sudah seperti mayat hidup begini!"