04

1.1K 141 12
                                    

Yuki dan Nop benar-benar berbincang dengan sangat amat serius dan mereka memutuskan untuk bersiap-siap untuk pergi ke rumah Becca, didalam perbincangan Yuki dan Nop akan menjemput Tee menggunakan mobil terlebih dulu, Tee berada di sekolah yang berbeda dan dia juga sahabat Becca.

Didalam perjalanan menuju sekolah Tee, Yuki dan Nop berbincang dengan penuh rasa khawatir, benar benar seakan ada "Angin topan" di antara mereka, bagaimana tidak, keduanya memikirkan cara agar bisa masuk kedalam rumah Becca.

Sebab selama ini, meskipun mereka bersahabat tidak satupun dari mereka diperbolehkan masuk oleh ayah becca.
Dan tibalah yang ditunggu-tunggu, mereka sampai didepan gerbang sekolah Tee.

"Akhirnya, kalian sampai juga". Ucap Tee.

"Hm, cepatlah masuk kita tidak ada waktu". Kata Yuki dibalik jendela mobil.

"Baiklah". Jawab Tee segera masuk dan mobil mereka pun melaju menuju rumah Becca.

Tidak menunggu waktu yang cukup lama ketiganya akhirnya tiba di depan rumah Becca.

Sebuah rumah yang sederhana tapi mewah, rumah yang bernuansa modern itu terlihat sangat sepi. Tapi tidak menyulutkan ketiga orang yang ingin bertemu dengan sahabatnya.

"Jadi bagaimana?" Tanya Nop. Melihat rumah yang seakan-akan tidak ada tanda manusia.

"Kita tetap masuk, aku yakin didalam sana pasti ada orang" Yuki menjawab.

"Kau benar" Tee bersuara.

Dan akhirnya Yuki berjalan terlebih dahulu kemudian diikuti oleh Tee dan Nop. Setelah itu Yuki memencet bel pintu yang terletak tidak jauh dari pintu utama, untuk beberapa kali Yuki pencet namun tidak ada tanda-tanda orang membuka pintu itu.

Ketiganya terlihat gelisah, namun saat Tee ingin mencoba memencet bel kembali. Pintu kokoh itu terbuka dan terlihat seorang laki-laki paruh baya dengan pakaiannya yang sangat rapi.

"Maaf, kalian sedang mencari siapa?" Tanyanya.

Tee dengan memberanikan dirinya untuk membuka suaranya.

"Kami teman becca, apakah dia ada disini? Sebab dia tidak masuk sekolah hari ini?" Kata Tee.

"Maaf, tapi nona Becca tidak ada dirumah sejak Sabtu lalu"Ujarnya.

"Apa?" ucapnya mereka serempak.

Sementara laki-laki paruh baya itupun mengangguk-anggukkan kepalanya. Ketiga anak nakal itu saling memandang entah antara percaya atau tidak.

"Apakah ..." belum sempat bertanya ucapan Yuki terhenti kala laki-laki paruh baya itu memotongnya.

"Aku berani bersumpah, nona Becca tidak ada disini. Aku sangat khawatir padanya. Tapi tuan dan nyonya sama sekali tidak mencari nya."

"Tolong, sebaiknya kalian pergi dari sini aku tidak mau nona Becca malah mendapat lebih banyak masalah. Dan tolong cari keberadaan nona Becca. Jujur saja, aku sangat khawatir. Aku mohon, nona." Ujarnya sambil memohon.

Yuki dan lainnya pun hanya diam mendengar perkataan laki-laki itu, dan apa yang dikatakan olehnya ada benarnya juga.

"Dan ini, kartu namaku. Kalian bisa menghubungi ku jika kalian tau keberadaan nona Becca. Aku mohon kerjasamanya. Aku percaya kalian anak yang baik-baik. Jika aku pun tau kabarnya, aku akan memberitahu kalian tentunya." ucapnya seraya memberi kartu nama.

The Couple (Freenbecky)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang