Chapter. 08

368 41 25
                                    

Up lagi cug

Ntr malem up lagi, biar double up

Pasang lagu die for you

Anjay





~




lo balik ke rumah, dan langsung jalan ke ibu Lo yang lagi liat tv

"Tadaima~.." -Lo

"Okaeeri~.." -Ibu Lo

Anjrt sok banget gue..

"Kau sudah bersenang senang hmm.. wahai anak wanita ku satu satu nya" tanya ibu Lo

Lo ngehampirin ibu Lo sambil senyum senyum GK jelas

Inui yang ngelaut itu cuma senyum, gemes ke Lo

"Buk..." -Lo

"Kalian sudah menjadi kekasih kan?" Lo kaget banget denger itu dari mana ibu lo tua?

"ehhh.. kok tau?" -Lo

"Seishu, tadi yang bilang" -Ibu Lo

"Ish, tak seru.. tak ada kejutan, tapi buk diam diam saja dari mereka ya.." -Lo

"Mereka?" Bingung Inui

"Ohh mereka.." udah konek ya beb

"Memang nya kenapa" -Ibu lo

"Sudah lah, jangan beri tahu.. nanti bermasalah" -Lo

"Baiklah, ibu mengerti" -Ibu

"Mereka semua Dimana? Belum bangun" tanya Lo bingung GK menemuka sejejak pun

Langkah Dari para member bonten itu

"Belum bangun mungkin" -Inui

"Dasar pemalas.. akan aku bangun kan" -Lo

"Pfft.. aku yakin mereka tidak baik baik saja pagi ini" gumam Inui sambil melihat Lo yang mulai mejauh menaiki tangga

~

Lo buka pintu kamar Lo keras, keras.. melihat keberadaan mereka yang udah tergeletak dimana mana

Kayak anak tikus.. camda

"BANGUN!!!! UDAH PAGI! KALO GK BANGUN AKU SIRAM OAKE AIR PANAS!" Teriak Lo membangunkan mereka semua dengan ancaman maut

Air panas.. gila nem, kamu mau bunuh anak Olang????

"Iyaa!" Mereka langsung duduk tegak dengan keadaan belum mengumpulkan

Nyawa, jiwa raga, yang asli nya membara, layak nya api neraka (◡ ω ◡)

"Masih pagi loh.." -Koko

"Memang nya kalian biasa bangun kapan HM? Sore hari..?" Tegas Lo

"Bisa jadi" -Koko

oke sekarang, kayak Lo emosi deh

Lo jalan menghampiri para kakak, kakak Lo yang tampan, gagah, dan berani ini..

Dengan tanpa ada rasa bersalah dan dosa sedikit pun

Lo ngejitak mereka semua lumayan kencang

"Aw.. Sakit (name)" -Rin

"Tau (name).. sakit tau kenapa GK di cium aja" -Ran

Ran pulang yuk, istri kamu nyariin canda?!!

"Kakak, kakak ku yang tampan.. bangun ya, Jan molor Mulu, encok Lo" -Lo

"Kakak?" Bingung kaku

Lo cuma diem GK ngerespon itu, muka mereka yang awal nya ngantuk jadi bingung ngeliat Lo

Never expected || Bonten × Readers || ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang