SEKUEL ROMAN-TIS
Aku pernah bersahabat dengan hati, tapi tidak dengan cinta. Aku pernah merasakan bagaimana perihnya melihat seseorang yang aku sayangi menangis di hadapanku karena cinta yang masih enggan bersahabat denganku, dan ... dengan caraku y...
Sebelum membaca part ini, alangkah baiknya kalian mengenal satu sosok tokoh ini, wajib.
KIM YO HOON
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-Happy Reading-
2 Bulan Kemudian
Athaya berjalan dengan santai di tepi jalanan yang tak lama lagi akan bersih dari serakan dedaunan kering. Menyedot minuman rasa tiramisu favoritnya sambil mendengarkan musik dari kabel bercabang yang terhubung langsung dengan ponselnya.
In another life I would be your girl We'd keep all our promises Be usagainst the world
In another life I would make you stay So I don't have to say you were The one that got away The one that got away
Alunan lagu itu menemani Athaya sepanjang perjalanan. Dia sedang menuju rumah Aileen, murid privatnya. Ya, Athaya menjadi guru privat bahasa Indonesia sebagai pekerjaan sampingan.
Kebetulan, Aileen adalah orang Indonesia yang tinggal di Korea Selatan sejak kecil. Anak kecil berusia sembilan tahun itu sangat menginginkan belajar bahasa Indonesia. Gadis itu tidak ingin melupakan bahasa negaranya sendiri. Bertemu dengan Athaya sewaktu di kafe, mendengar Athaya sedang menelepon seseorang dengan menggunakan bahasa Indonesia, sejak itulah Aileen terobsesi untuk menjadi murid Athaya.
Perjalanan yang dinikmati seorang diri itu mendadak sedikit terganggu ketika salah satu kabel earphone-nya terlepas. Ah, bukan terlepas, melainkan dilepas. Siapa yang berani-beraninya mengganggu Athaya?
"Yo Hoon!" Athaya berdecak kesal ketika mengetahui Yo Hoon sedang berdiri di sampingnya sambil menunjukkan wajah cengengesan.
Kemudian laki-laki itu mengatakan, "maaf." Mau tidak mau Athaya mengangguk dan melepas earphone-nya.
"Kok kamu ada di sini? Lagi apa?" tanya Athaya sambil berjalan berseiringan dengan Yo Hoon.
"Aku sedang di kafe, di sana." Yo Hoon berbalik badan, menunjuk kafe di belakang sana yang terlihat sepi. "Lalu aku melihat perempuan cantik, aku tebak pasti itu Aya. And yes, that girl is Athaya!"
Athaya tertawa kecil mendengar penjelasan Yo Hoon. Laki-laki ini terlihat begitu lucu jika berbicara bahasa Indonesia. Logat Korea-nya masih terus melekat, hingga nadanya terdengar aneh.
Oh iya, ngomong-ngomong Yo Hoon sekarang sudah fasih berbahasa Indonesia. Laki-laki itu ternyata dengan cepat memahami bahasa Indonesia. Hanya dalam waktu satu bulan setengah, dia sudah fasih. Sedangkan Athaya masih belum fasih berbahasa Korea.
"Aku sudah bisa bahasa Indonesia. Jadi, kamu tidak perlu bicara bahasa Korea." Itu yang diucapkan Yo Hoon setelah dia berhasil lancar berbahasa Indonesia.