Bab 16 Nasib masing masing

6 6 0
                                        

Manwol dan damar ahir nya pun sampai di rumah,dan sudah ada jul dan nadia yang menunggu sambil minum susu hangat.

Manwol menyapa nadia tapi hanya wajah ketus yang dia beri pada manwol,membuat manwol memutuskan masuk ke kamar nya.

Setelah mandi dia di telpon oleh andre tidak seperti biasa nya,jujur saja manwol merasa perasaan nya makin hilang bukan karna domca atau damar.

Setelah mandi dia di telpon oleh andre tidak seperti biasa nya,jujur saja manwol merasa perasaan nya makin hilang bukan karna domca atau damar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tapi karna perlakuan andre dan janji nya yang selalu mengulur waktu untuk datang menemui nya.

yah walau manwol mulai mempertimbangkan prasaan domca untuk nya.
........

sementara itu di ruang tamu hanya terlihat nadia dan damar saling diam.jul memutar bola mata nya menatap heran dan malas dengan keadaan kaku itu.

"mar nadia bawa makanan...lebih tepat nya beli makanan..apa gak sebaiknya kita makan"jul membuka pembicaraan.

"kenapa ga bilang nad,yuh makan"ajak nya sambil menyusul jul ke arah dapur untuk menyiapkan piring dan yang lain nya.

Manwol yang kamar nya memiliki jendela menghadap ruang makan,dan  bersebelahan dengan meja makan berniat menutup jendela karna merasa tak sopan jika di buka.

#krek....(suara jendela di geser)

Ada tangan yang menahan nya,"tidak perlu di tutup manwol,biar saja terbuka"tatap damar pada manwol sambil menahan jendela

"gue takut ganggu acara kalian mar,gak papa kok biar gue mau ngapain aja ga merasa canggung juga"
jawab nya yang juga memegang jendela

"lo belum makan kan?ayo kita makan"ajak nya pada manwol.

Sebenar nya dia agak lapar tapi melihat nadia yang seperti nya marah pada damar membuat dia enggan dengan ajakan itu.

"Makan di ruang tamu saja,kalau dia ga nyaman.aku cuman bawa tiga porsi,engga tau kalau ada teman mu di rumah"suara nadia terdengar dari lorong antara kamar damar dan manwol

Ketika damar hendak menjawab,manwol meremas tangan damar dan memberi isyarat jangan menjawab.lalu melepaskan tangan damar dari jendela lalu dia menutup jendela itu.

"aishh... dia bikin gue merasa muak,lo kapan dateng sih kak?gue ga kuat ma dia"hati nya menggerutu
kesal menatap pundak nadia.

Lalu mereka pun duduk di ruang tamu memakan makanan yang nadia bawa"enak jalan jalan nya?"nadia mengucapkan kata tampa memandang damar

"makan bukan tempat dan waktu yang tepat untuk ribut"ketus damar tampa memandang nadia,yang dia pandang adalah makanan yang dia makan

Jul hanya perlu pura pura tuli dia terlalu enggan berusan dengan nadia.

"jawab saja,apa itu sulit"nadia melirik tajam"yah enak...dan gue rasa ga ada salah nya buat hibur diri"jawab damar sekilas menatap.

"kan lo bisa ajak gue,gue merasa gue selingkuhan lo yang lo silent!ouh yah lah pantes sampe gue telpon belasan kali lo cuman bales dengan sms"nada bicara nadia mulai tinggi.

"MANWOl"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang