Hai! , Akhirnya part kedelapan bisa aku upload jugaa:)
Enjoy💜
Please vote dan komen okayyy.
.
Ketika sampai di kelas Zeva dan Aya langsung duduk di tempatnya masing masing .
"OMG OMG OMG , Zevaaaa . Sumpah Lo dalam bahaya" Teriak Malvin yang baru memasuki kelas bersama Nay.
Malvin duduk di samping Zeva setelah menarik satu kursi disebelahnya sedangkan Nay ia memilh untuk duduk di salah satu meja disana .
"Fiks , Lo bakal jadi target selanjutnya Zev" Ucap Nay.
Zeva tertawa kecil melihat respon mereka ,"Segitunya? It's okay guys" Ucap Zeva menenangkan.
"Heh! It's okay it'okay pala Lo . Lo bakal jadi target bully Zev Lo paham ga sih?" Kesal Malvin.
"Salah Lo juga sih Vin ga kasih tau mereka soal Raya kemarin" Celetuk Nay.
"Gini loh gue tau kok mereka Raya sama antek anteknya" Ucap Zeva santai yang sudah lebih dulu mencari tau.
Malvin tambah kesal mendengarnya , "Dan Lo masih lakuin hal kaya tadi? Setelah tau mereka siapa?" Teriak Malvin kedua kalinya.
"Yaampun Vin Lo ga mesti teriak - teriak gitu sumpah deh , lagian Zeva gaakan mati kok kalau cuma dijadiin target bully"Ucap Aya.
"Lo ngomong gitu karna Lo gatau siapa Raya . Denger ya , Raya itu-"
"Orang yang bully siswa lain sampai pindah sekolah? Atau Orang yang nekat lakuin apapun buat orang yang ngusik dia? . Gue sama Zeva tau kok Vin" Potong Aya menatap Malvin .
Yang diangguki juga oleh Zeva.
"Wah wah wah , gue gapaham isi pikiran Lo berdua"Ucap Malvin memijit dahinya sambil menggelengkan kepalanya.
"Bisa bisanya orang yang paling di hindari se - Biantara tapi Lo malah cari gara gara . Ck ck ck" Ucap Nay juga menggelengkan kepalanya.
Zeva dan Aya malah tertawa kecil melihat respon mereka . Like hey , itu adalah hal yang sengaja Zeva lakukan , tujuannya adalah untuk mengukur seberapa nekat Raya melakukan hal buruk pada orang yang tidak ia suka. Karna Raya kini sudah masuk list Zeva dan Aya sebagai kemungkinan si pelaku .
.
Di jam pulang sekolah seperti biasa warung Mpok Ika akan ramai oleh anak anak Clovis , karna hari esok adalah hari dimana mereka akan menyanggupi balapan dari sang ketua Glitz , Boni .
"Gue jamin 100% . Mulai Minggu depan Biantara bakal tambah seru lagi . Percaya ga Lo pada?" Ucap Daffa sambil berdiri memakan kacang polong nya.
"Percayalah! Calon ayang gue tuh" Ucap Leo sembari senyum senyum dan menaikkan kedua alisnya dua kali .
"Kalau kata gue nih ya Le , Lo lebih baik ngaca dulu dh . Sadar diri sebelum di sadarin lebih baik , serius" ucap Amanda yang di balas tawa semua anggota Clovis.
"Wahhh , bisa bisanya Lo semua ketawain gue ya . Muka Lo pada ga lebih baik dari gue yaa sat" Kesal Leo berdiri dari duduknya memegang pinggangnya.
"Seenggaknya standar gue ga kaya Zeva sama Aya , ketinggian brader" Ucap Daffa lagi menyindir.
"Heh! , Jadi prinsip Lo kalo jelek standar Lo juga harus jelek gitu?" Ucap Deo yang sedang meniup mie rebus Indomie telor nya karna merasa dirinya ikut terseret di obrolan ini.
"Bukan gitu cuma terlalu kepedean juga ga baik Yo'" jawab Daffa kalem.
"Heh virus covid! Jadi menurut Lo gue sama Leo kepedean gitu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
For Our Best Friend
Teen FictionKejadian pembullyan yang dialami oleh Bunga akhirnya menyebabkan ia harus berjuang di rumah sakit. Yang paling menyedihkan adalah pembullyan yang dialaminya selama ini tidak di ketahui oleh orang orang di sekitarnya . Termasuk kedua sahabatnya Zeva...
