Minggu ini merupakan minggu yang cukup hectic baik bagi Osamu maupun Rintarou. Sabtu yang biasanya digunakan hanya dengan santai di kamar berganti dengan hang out bersama Kiyoomi dan Atsumu.
Lalu, hari Minggu ini yang biasanya digunakan Rintarou untuk bangun setidaknya lebih siang dibatalkan. Rintarou sudah membuat janji akan mengajak calon mertua dan Papinya ke rumah yang sudah Ia bangun itu.
Long story short, baik Papa Miya maupun Papi Haitani sangat suka desain rumah Rintarou. Meski Papa Miya mikirnya ini terlalu besar untuk ditinggali berdua saja. Berbeda dengan Papi Haitani yang merasa ini kurang besar jika dibandingkan dengan rumah Ran dan Rin.
Osamu yang baru pertama kali melihat sampai tak bisa berkata-kata. Secara tak langsung rumah yang dibangun Rintarou seperti rumah yang diidamkan Osamu. Rumah dua lantai, adanya ruang kerja sendiri, ada warddrobe sendiri. Osamu sudah langsung merasa nyaman jadinya.
"tinggal interior aja berarti ya?" tanya Papa Miya
"bener, Om. nanti paling bahas dan cari bareng sama Osamu aja" jawabnya
"kan bisa minta tolong Atsumu tuh" ucap Papa Miya
"paling nanti minta saran aja sih, Om. gak mau ngerepotin kan Atsumu juga lagi bangun rumah sama Sakusa"
"yauda gapapa. tapi kalo misal mau ada bantu apa kabarin ya?"
"iyaa, Om"
Lalu Papa Miya meninggalkan Rintarou dan menghampiri Papi Haitani yang sedang melihat area belakang rumah Rintarou. Besan bonding ini namanya.
Osamu masih di lantai dua, masih berkeliling melihat-lihat setiap sisi rumah. Memasuki tiap ruang yang ada disana sampai tak sadar ada yang melingkarkan tangan di pinggangnya.
"suka gak?" tanya Rintarou
"suka lah! ini tuh udah 70% rumah impian aku tau, Rin"
"yauda bagus kalo suka. tapi maaf"
"maaf kenapa?" tanya Osamu, mulai sedikit panik
"maaf kalo aku belom—
—Rintarou, Osamu" panggil Papi Haitani sedikit berteriak dari bawah
Keduanya pun turun. Terpaksa pembicaraan mereka ditunda dulu sementara.
"kenapa, Pi?"
"kami pulang dulu ya. ini Mami kamu loh udah telfon minta dijemput di tempat arisan"
"Papa mau ke rumah sakit, bentar lagi Papa praktek soalnya"
"hati-hati ya Pi, Om. kalo udah sampe kabarin Rin"
"kabarin loh ya! biar kami gak khawatir. hati-hati Papa, Papi"
Osamu dan Rintarou mengantar orangtua mereka ke depan rumah. Saat kedua mobil itu sudah menghilang, keduanya kembali masuk ke dalam rumah.
Sudah tahu kan kalau Osamu itu orangnya frontal. Maka, Osamu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk melanjutkan obrolan mereka tadi.
"Rin yang soal tadi, ayo lanjutin"
Saat ini mereka duduk di mini bar yang berada di dekat dapur. Hanya disitu tempat yang ada kursinya.
"maaf karena aku belum bisa ngasih kamu status, Samu. tapi aku kasih rumah ini sebagai jaminan buat masa depan kita nanti"
"lah kok malah nangis sih beb" panik Rintarou
Rintarou mengambil tisu dan menghapus air mata yang mengalir dari matanya. Sedikit bingung, apa Ia salah bicara tadi?

KAMU SEDANG MEMBACA
The Feels
Fanfictiona certain feeling that undescribeable and that's what fem!Osamu Miya feels when she met "him" note : • gender bend characters • some cross over characters • bxb & bxg area • ooc • be a wise and supportive readers • votes / comments are very appre...