Sudah terhitung masuk bulan ke-lima dimana Osamu sudah lebih dekat dengan Rintarou. Meski tidak banyak kemajuan, hanya intesitas komunikasi saja yang jadi (sedikit) lebih baik dari sebelumnya.
Yang biasanya dibalas sejam atau beberapa jam kemudian, jadi (sedikit) lebih cepat. Yang biasanya Rintarou tak pernah mengabari apa-apa, kini akan mengabari jika dirinya sudah berangkat kerja maupun sudah sampai di kontrakannya.
Dari segi komunikasi, Rintarou lebih banyak berubah. Namun, jika dilihat secara langsung Osamu lah yang lebih banyak perubahannya. Osamu lebih cerah, auranya benar-benar cerah meski tak kasat mata.
Lalu bagaimana dengan Tetsuki? Osamu tetap menemani dan menghubungi Tetsuki. Bedanya, jika notifikasi Rintarou muncul, maka pesan Rintarou akan menjadi prioritas Osamu.
Padahal Rintarou tak pernah mengajaknya jalan bahkan bertemu saja tidak. Beda dengan Tetsuki yang kadang mengajak Osamu untuk bertemu hanya sekedar makan siang atau menemaninya membeli sesuatu.
Intinya, Osamu sejak bertemu Rintarou atau lebih tepatnya mengenal lebih dekat Rintarou membuatnya merasa senang. Namun, entah senang yang Ia rasakan ini akan bertahan berapa lama.
"Samu, jangan buta terlalu lama. kamu harus milih mau yang mana" tegur Mitsuya
Osamu tak mengerti maksud kakak tingkatnya itu. Bahkan Atsumu juga mengatakan hal yang hampir sama.
Sampai suatu hari, Osamu diajak oleh Tetsuki ke sebuah acara Keluarga Takaoka. Hanya acara jamuan untuk para relasi dari Takaoka Group saja. Acara ini diadakan di kediaman Takaoka tepatnya mansion milik Keluarga Takaoka. Memang sudah biasa Osamu diajak oleh Tetsuki ke acara seperti ini.
Sebelum memasuki ballroom, Osamu meminta izin pergi ke toilet untuk merapikan penampilannya. Saat dirinya berada di pintu masuk ballroom dan mencari keberadaan Tetsuki, dirinya melihat Rintarou disana.
Rasanya beda sekali melihat Rintarou dengan pakaian casual, kerja maupun formal seperti ini. Rintarou memiliki banyak karisma di mata Osamu.
Terlihat Rintarou yang sedang berbincang dengan Tetsuki. Osamu pun melangkahkan kakinya ke arah mereka. Saat Osamu sudah berdiri tepat di samping Tetsuki, Rintarou malah berpamitan.
"gua duluan ya" ucapnya
"ah elah, Sun. lu mah gak pernah betah di acara kayak gini" keluh Tetsuki
"ya emang. yang penting udah setor muka" sahut Rintarou lalu melangkahkan kakinya dari sana
Entah ini hanya perasaannya saja atau apa, tapi Osamu merasa Rintarou berbeda. Seperti, Rintarou yang memberikan tatapan yang beda dari biasanya. Meski mereka jarang bertemu di luar pekerjaan, Osamu hafal betul bagaimana Rintarou menatapnya. Osamu jadi tak nyaman akan perasaan ini.
Tetsuki pun menggandeng tangan Osamu, mengajaknya berjalan ke arah balkon ballroom tersebut. Berdiam diri sambil menatap langit malam yang hampa. Tak ada bintang disana, hanya ada bulan yang bersinar sendirian.
"Samu" panggil Tetsuki
"iya?"
"aku sayang kamu" ucapnya lalu mencium bibir Osamu
Tanpa Osamu sadari, ada mata yang melihat pemandangan itu dari bawah.
why? why it feels so different now? i'm not having the same feeling like we used to kiss — gumam Osamu dalam keterkejutannya
***
Setelah Tetsuki menciumnya tadi, Osamu semakin merasa ada yang aneh dengan dirinya. Ia merasa bersalah tapi tidak tahu kenapa. Maka dari itu, Osamu langsung minta izin untuk pulang. Dadanya terasa tak enak dan sesak.
"gak usah, aku pulang sendiri aja kan kamu lagi acara" ucap Osamu lalu pamit dan meninggalkan Tetsuki yang masih berada di balkon.
Sesampainya di rumah, Osamu melangkahkan kakinya menuju kamar Atsumu. Osamu saat ini membutuhkan teman. Lebih tepatnya, Osamu membutuhkan pengalihan, pengalihan akan rasa yang sedang Ia rasakan saat ini.
"eh buset. santai aja tutup pintu kamarnya" rutuk Atsumu
Osamu tak menggubris rutukan Atsumu. Saat ini Osamu hanya berjalan menghampiri Atsumu lalu memeluknya sambil menangis. Atsumu terkejut sontak memeluk balik Osamu dan mengelus punggungnya.
Selang sepuluh menit, Osamu akhirnya sudah berhenti menangis.
"kenapa? Tetsuki ngapain lu?" tanya Atsumu
"Tsum, gua gak tau. tapi dada gua kayak sesek banget dah tapi gua gak tau ini kenapa" ucapnya
"bentar deh. tenangin diri dulu, Sam. nih minum dulu"
Atsumu menyodorkan botol minumnya ke Osamu. Osamu meminumnya dan setidaknya saat ini Osamu sudah merasa (sedikit) lebih baik.
Setelah merasa sudah mulai tenang, Osamu pun mulai bercerita tentang apa yang terjadi selama acara tadi. Osamu tak mengerti kenapa dirinya merasa sesak dan sedih. Rasa itu benar-benar tak enak dan Osamu tak suka.
"Sam" panggil Atsumu
"hmm"
"are you feeling hurt cause you just realized that you aren't in love with Tetsuki or cause of Suna Rintarou?"
"gak tau, Tsum. i don't even understand my own feeling. pokoknya gua ngerasa gak enak, ngerasa sesek, ngerasa ada yang salah" jawab Osamu
Maka Atsumu tak lagi membuka suaranya. Atsumu yakin, Osamu sudah berubah. Osamu bukan lagi Osamu yang dulu, yang bodoh akan perasaannya sendiri. Meski saat ini, Osamu belum benar-benar sadar, setidaknya ini sudah satu langkah lebih baik daripada sebelumnya.
Atsumu pun merengkuh dan memeluk Osamu penuh kasih. Mengelus lembut punggung kembarannya. Sedikit heran mengapa asmara kembarannya ini berbeda sekali dengan dirinya.
.
.
.
.
.
yang terjadi saat Tetsuki dan Rintarou berbicara saat itu.......
"sendiri, Sun?" tanya Tetsuki
"menurut lu?"
"haha....gak berubah deh"
"tumben lu sendiri?" tanya Rintarou balik
"i didn't say that i came alone. i'm with someone dear to me" jawab Tetsuki dan saat itu bertepatan dengan Osamu yang melangkah mendekat ke arah mereka
"oh, glad to hear that"

KAMU SEDANG MEMBACA
The Feels
Fanfictiona certain feeling that undescribeable and that's what fem!Osamu Miya feels when she met "him" note : • gender bend characters • some cross over characters • bxb & bxg area • ooc • be a wise and supportive readers • votes / comments are very appre...