Untuk sesaat kamar rawat Raihana hening. Raka dan Raska bertukar pandang.
Lalu Raska melangkah mendekat ke istrinya, sambil memegang pundak sang istri, Raska bertanya.
"Hana, boleh aku tahu kenapa kamu sangat keras menentang hubungan mereka?" Tanya Raska.
Raihana memandang tak percaya pada suaminya.
"Apa kang Wira lupa apa yang dia perbuat pada anak kita? Dia sudah merenggut kehormatan Raina secara paksa!"
Raihana menoleh pada Raka."Kamu ingat kan bagaimana kacaunya kondisi Raina saat terakhir kali dia ke Makassar? Dia bahkan nggak berani bilang sama kita kalau dia hamil. Hati ibu hancur melihat anak ibu seperti itu, karena itulah sampai sekarang ibu belum bisa memaafkan perbuatan Rama pada Raina." Airmata Raihana menetes.
Raska dan Raka terdiam melihat luapan emosi yang Raihana perlihatkan.
Setelah menghela napas panjang, Raska kembali berujar.
"Tapi, Han. Bukankah selama beberapa bulan ini Rama sudah menunjukkan kesungguhannya pada Raina? Dia menjaga dan merawat anak kita dengan tulus. Dia juga benar-benar mencintai anak kita, saya yakin Rama bisa membahagiakan Raina." Raska mencoba membujuk.
Raihana menggeleng, ia mengusap air matanya sendiri. "Aku masih tidak rela melepaskan Raina pada pemuda itu."
Raska mendesah, ia memandang Raka, mencoba minta bantuan untuk membujuk Raihana.
Mengerti isyarat yang diberikan tanpa suara oleh ayahnya, Raka memandang ibunya dengan seksama.
"Ibu, Raina pernah bilang padaku, bahwa sebanyak apapun cinta yang kita berikan padanya, ada bagian kosong di hatinya yang hanya bisa terisi oleh kehadiran Rama. Raina juga bilang, dia tidak sekuat ibu. Dia tidak sanggup berpisah dari orang yang dia cintai selama bertahun-tahun dan membesarkan anaknya sendirian." Raka berucap pelan, mencoba melunakkan hati ibunya.
Raihana mendongak menatap putranya. "Ibu hanya ingin anak-anak Ibu bahagia dan tak tersakiti lagi. Dan Ibu masih nggak yakin, apakah Rama benar-benar bisa membahagiakan Raina. Pemuda itu sudah berkali-kali menyakitinya." Raihana meluapkan isi hatinya.
Raka terdiam. Sesungguhnya dia juga masih belum rela melepas Raina menikah dengan Rama. Namun jika Rama adalah pria yang diinginkan Raina, maka ia merasa berkewajiban membujuk sang ibu agar memberikan restu.
"Ayah, apa ada cara supaya Raina bisa menikah dengan Rama sekaligus mengurangi ketakutan Ibu bahwa Rama akan menyakiti Raina?" Tanya Raka pada ayahnya.
Raska termenung, berpikir sebentar.
"Aku punya seorang kenalan, perempuan seusia Raka dan Raina. Dia bisa kupekerjakan untuk jadi bodyguard buat Raina, dia juga bisa bertindak sebagai pengasuh Nadine. Jika Rama menyakiti Raina atau Nadine, dia bisa melindungi mereka, dan langsung membawa pergi Raina dan Nadine menjauh dari Rama."
Raka memandang curiga pada ayahnya, siapa perempuan itu hingga ayahnya sangat percaya dia bisa menjaga Raina? Tanpa sadar Raka mengeratkan pelukannya pada Rizvan, merasa tak nyaman dengan dugaan bahwa ayahnya menjalin hubungan dekat dengan perempuan selain ibunya.
Mendapat tatapan seperti itu dari Raka, Raska langsung membela diri.
"Jangan berpikir macam-macam, Raka. Aku tak pernah mengkhianati ibumu. Dia anak asuhku, adik perempuannya Rudi. Aku membiayai sekolahnya sejak 7 tahun yang lalu."
Raka menarik napas lega mendengarnya. Ternyata kecurigaannya tak berdasar.
Raska beralih pada Raihana. "Namanya Ruby, dia punya sabuk hitam taekwondo, jadi pasti bisa melindungi Raina kalau terjadi apa-apa. Sebulan yang lalu dia baru wisuda dan sedang mencari pekerjaan, aku yakin dia pasti mau aku pekerjakan sebagai pengasuh Nadine, karena dia juga punya pengalaman mengasuh anak kecil."
KAMU SEDANG MEMBACA
Risalah Hati
RomanceRaka Wirasona, sejak kecil telah bersumpah mengabdikan hidupnya untuk kebahagiaan ibu dan adiknya. Namun semua berubah ketika ia beranjak dewasa dan bertemu ayah kandungnya, yang ternyata masih hidup dan sehat. Sejak itu, hidupnya berubah. Raka ta...
