11. Perkenalan Keluarga Kim

506 38 0
                                        

Sejak Jungkook mengajaknya bertemu, Taehyung sudah ketar-ketir. Takut Jimin goyah dan berakhir meninggalkannya. Apalagi Jungkook sampai menyusul mereka ke Jeju, membuktikan bahwa Jungkook benar-benar mengajaknya bersaing.

Di kamar bernuansa coklat madu, Taehyung memainkan ponsel di tangan, sebelum kemudian membuka aplikasi pesan dan menghubungi kekasihnya.

Di kamar bernuansa coklat madu, Taehyung memainkan ponsel di tangan, sebelum kemudian membuka aplikasi pesan dan menghubungi kekasihnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Taehyung tersenyum, senang dengan persetujuan Jimin akan usulnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Taehyung tersenyum, senang dengan persetujuan Jimin akan usulnya. Meski terdengar memaksakan perasaan Jimin padanya, tapi dia tidak ingin kehilangan kesempatan, apalagi Jimin sudah memberikan lampu hijau. Untuk itulah dia berinisiatif mengenalkan Jimin pada orang tuanya. Meski sebenarnya kedua orang tua Taehyung sudah tahu sosok Jimin lewat cerita yang selalu Taehyung ucapan.

Dilain tempat, Jimin mondar mandir di kamarnya. Meski belum cinta, tapi dia juga gugup saat akan di ajak bertemu calon mertua. Pipinya bersemu saat mengingat Taehyung benar-benar merealisasikan omongannya di Jeju. Pemuda tampan tersebut memang benar-benar serius padanya.

Daripada hanya berdiam diri, pemuda manis tersebut memilih turun ke bawah mengambil segelas air. Namun tak di sangka, di ruang tamu ada Jungkook dan kakaknya sedang main game berdua. Bukan pemandangan yang aneh sebenarnya, namun sejak Jungkook mengutarakan perasaannya entah mengapa hubungan keduanya agak berbeda. Bukankah ini yang Jimin harapkan? Namun saat benar-benar terjadi, dia malah bingung.

Setelah mengambil jus jeruk, Jimin membawa langkahnya ke ruang tamu. Duduk di sofa, memperhatikan kedua lelaki yang sedang sibuk bertarung di dunia game.

"Baby, kok tumben baru turun?" Jin memulai saat Jimin mendudukkan diri di belakangnya.

"Iya, Hyung."

"Yang, aku kok gak di ambilin minum juga?"

Jin menolahkan kepala setelah mendengar apa yang diucapkan Jungkook.

"Jimin sudah ada yang punya ya, jangan main panggil sayang-sayang."

Jungkook memutar bola mata, "Baru pacaran kan Hyung? Masih bisa di tikung kan?"

Jimin tak habis pikir dengan sikap Jungkook, kenapa jadi agresif begini ya.

FlechazoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang