Bagian 1 | MOS

42 4 0
                                        

Sudah 1 tahun penuh Raeestar sekolah di salah satu sekolah paling terkenal di kotanya itu. Dia juga sudah akrab dengan teman²nya, tidak lain adalah teman² yang dia temui saat pertama kali masuk ke sekolah ini.

Nama sekolah ini adalah SMA Kwangya, kata sang Ayah dulu SMA Kwangya belum ada hanya ada kampusnya saja, namun sekarang sudah berkembang. Sekolah dasar hingga kampus sudah ada dengan nama Kwangya.

Sekolah ini adalah sekolah milik keluarga sahabat ayah Raeestar. Mereka memang sangat lah kaya Raya. Tidak di pungkiri bahwa mereka pemiliknya.

Kini Raeestar dan ke 3 teman²nya, sudah memasuki kelas 11. Mereka berada di kelas yang sama yaitu 11 MIPA 2, mereka semua menjadi pusat perhatian di SMA Kwangya itu. Karena wajah mereka yang sangat tampan.

Visual mereka sering di bicarakan oleh warga SMA, apalagi mereka bersahabat dengan dua kakak kelas yang terkenal juga dengan anak pemilik sekolah ini.

" Selamat pagi Bunda " sapa Raeestar yang sudah bergabung di ruang makan

" Pagi juga sayang " balas Wendy

" Dek, sekarang kamu kelas 11 ya " tanya Cakra sang Ayah

" Iya kenapa ? " Tanya Raeestar

" Gak papa " jawab sang Ayah

" Gak jelas banget sih " gerutu Raeestar

Cakra yang melihat nya pun hanya tersenyum, pasalnya anak keduanya itu mempunyai kesabaran yang sangat tipis sekali.

" Dek, kakak berangkat duluan ya udah telat nih " ucap sang kakak William

" Bun, Ayah Willi pamit ngampus dulu ya " lanjutnya

" Ehh kak, masa di tinggal " teriak Raees, karena Raees memang selalu berangkat bersama dengan sang kakak. Dia belum di beri kendaraan pribadi oleh sang Ayah karena umurnya yang belum cukup

" Sama Ayah aja " teriak Willi yang sudah di luar ,

Mendengar itu Raeestar pun hanya bisa menghela nafasnya, dia pun lanjut memakan sarapan pagi nya ini.

" Raeestar " panggil sang Ayah,

Kini Raees dan Cakra sudah berada di mobil dan sedang melakukan perjalanan ke sekolah Raees.

" Apa ? " Jawab Raees

" Santai dong jawabnya, " ucap Cakra sambil terkekeh yang membuat Raees memutar bola matanya

" Apa sih Yah, cepetan ngomong " ucap Raees yang sudah Badmood

" Kamu gak suka ya dianter sama Ayah ? " Tanya Ayahnya serius

" Iya " jawab singkat Raees

" Kenapa alesannya? "

" Tentu alsan nya karena Raees malu lah ayah, tau gak Raees pasti bakal di ejek sama temen² Raees. Bakal bilang Raees si anak Ayah " ucap Raees sambil misuh²

" Ya emang kamu Anak ayah kan "

" Tau ah "

Cakra pun tertawa melihat Raeestar sudah di puncak emosi nya itu. Raeestar tentu sudah kesal dengan sang Ayah yang sering menggodanya.

" Nanti Ayah kasih kamu kendaraan pribadi deh, mau gak ? "

Kata² tersebut membuat Raeestar menatap sang Ayah penuh tanya, pasalnya Ayahnya melarang keras dia untuk menggunakan kendaraan pribadi sendiri.

" Tapi nanti kalo udah umur 17 "

" Bentar lagi tuh Yah, ahh pokoknya Ayah the best , hehe "

" Giliran gini aja, kamu muji Ayah, udah sana turun udah nyampe "

[2] Life Love (NaRa)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang