Bagian 20 | Camping H 4

17 2 0
                                        

"Bunuh dia, atau aku bunuh kamu"

---- ***----
Seperti biasa para peserta selalu dibangunkan pagi-pagi untuk mengikuti rangkaian kegiatan senam pagi yang diselenggarakan oleh panitia. Mereka semua bersorak ria dengan penuh tawa, senam dengan dibarengi oleh candaan memang seru pasalnya.

Raeestar dkk nya sangat menikmati momen tersebut, apalagi Mark dan Meisya. Mereka berdua sangat amat bahagia, mereka tidak ingin melewati momen-momen ini karena sebentar lagi mereka tidak akan berada disekolah.

"Haduh capek banget gue" keluh Haidar

"Dasar lemah!"

Haidar tidak menghiraukan omongan tersebut, pasalnya dia memang sudah sangat kelelahan saat ini. Dia butuh minum yang segara dan sangat dingin, butuh kasur yang empuk untuk dia bisa berbaring. Entahlah, rasanya Haidar lemas sekali bahkan dia tidak seperti biasanya, yaitu orang yang cerewet dan banyak tingkah.

"Aneh banget si Haidar"

"Iya, tadi pagi dia bilang ke gue katanya emang lagi gak enak badan" Wina adik Haidar

"Haidar bisa sakit juga ternyata"

"Lambé mu Raees" timpal Kiran "sini gue geplok pake duit biar makin berakhlak" lanjutnya.

"Ga butuh!"

Kirana hanya memutar bola matanya saat mendengar perkataan terkahir Raeestar, dia malas berdebat dengan seorang Raeestar yang pastinya tidak akan ada ujungnya.

"Tapi ya, kayaknya Haidar nyembunyiin sesuatu gitu"

"Kok lu bisa bilang gitu si Niken?" Tanya Chendrik "Cenayang ya lu?" Lanjutnya.

"Enggak anjay, gila hebat banget gue kalau bisa Cenayang. Gue bisa bebas baca pikiran Lo yang kotor itu"

"Apaan sih gak nyambung" sahut Chendrik

"Perkataan Niken ada benarnya juga sih" timpal Mark sambil seolah-olah sedang berpikir.

"Kok lu bisa sependapat itu sama Niken sih bang, emang lu liat darimana kalo si Haidar nyembunyiin sesuatu dari kita?" Tanya Raees

"Kalo si Haidar gak nyembunyiin apa-apa, ngapain dia berlagak aneh hari ini. Bener gak?" Jawab Mark

"Aneh gimana bang?" Tanya Nazifa

"Gini loh, lu semua kecuali Wina gak tau kan si Haidar ini lagi gak enak badan. Ini masih bisa di masuk akalin karena ya Wina kan adeknya. Tapi, lu liat deh tingkahnya. Contohnya perkataan lu tadi deh Raees, gak di gubris kan sama si Haidar. Kalo dia ga aneh, sesakit apapun kondisi si Haidar dia bakalan gubris perkataan lu Raees, kecuali lu sama Haidar lagi ada masalah. Lu ada masalah sama Haidar?" Ucap Mark panjang dengan diakhiri pertanyaan

"Lah, gue gak ada masalah apapun sama dia. Ketemu Haidar aja gue barusan, kemarin setelah dia balik dari tepi danau dia ga nyamperin² gue lagi."

"Nah, itu inti masalahnya. Gue curiga Haidar tau sesuatu. Karena dia baru balik dari danau tiba-tiba aja menghindari kita semua. Aneh kan lu pada"

Setelah mendengar kalimat terakhir dari Mark tersebut semuanya termenung memikirkan keanehan yang dilakukan satu temannya itu. Mereka memang tidak terlalu berpikir sejauh itu, karena mungkin Haidar memang benar-benar butuh istirahat. Tapi, setelah mengobrol banyak, mereka menyadari satu hal yang penting.

'Haidar tidak terlihat ceria'

----***----

Malam pun tiba, ini adalah malam terakhir mereka menginap ditempat camping ini. Camping hari ke 5 adalah persiapan mereka untuk pulang, akhirnya kegiatan malam ini di isi oleh api unggun dan penampilan-penampilan yang luar biasa dari setiap kelas.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 09, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

[2] Life Love (NaRa)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang