Disebuah ruangan yang penuh dengan komputer ada Haidar yang sedang bermain game dengan sang Papa, mereka berdua memang selalu kompak jika soal bermain game.
Daffa anak tertua di keluarga gentala ini masih belum pulang ke rumah dia masih berkuliah, dan Tania ibu dari ke tiga anak itu sedang ada acara arisan bersama ibu² komplek, dan Wina dia entah kemana dari siang tadi dia belum pulang ke rumah, dia hanya izin keluar tidak memberitahukan arah dan tujuannya.
Jadi, tersisa lah Haidar dan Bayu sang Papa di rumah, Bayu kebetulan tidak ada pekerjaan yang numpuk di kantor jadi dia bisa santai di rumah.
" Pah, tembak Pah....
" Dar di belakang kamu awas !!!...
" Ihhh Papah bantuin Haidar dong inii!!...
" Bentar lagi Dar ayo...
" Siap-siap Pah...
" HOREE BERHASIL !! "
mereka berdua berteriak dan melakukan tos bersamaan karena memenangkan permainan ke 4 kalinya.
" Dar, papah udahan ya. Om Cakra ngasih tugas nih " ucap Bayu
" Heran, baru juga santai Uda ngasih tugas aja. Rajin banget kek si Nastar " gerutu Haidar
" Siapa Nastar. Kamu jualan Nastar? "
" Raeestar pah, Anak nya om Cakra. makanan Mulu papah mah "
" Ya kamu ngomongnya nastar-nastar kan bener nastar mah makanan "
" Iya pah iya, udah sana cepet kerjain aja tuh tugas dari pak bos ya! Nanti gajihan dapet bonus uang jajan Haidar nambah kan "
" Mulutnya," ucap Bayu yang seakan gemas terhadap Haidar itu.
Bayu pun keluar dari ruangan komputer tersebut, dia berjalan menuju ke arah ruang kerjanya. Namun, saat berjalan dia berpapasan dengan Tania istrinya.
" Baru pulang ? "
" Belum "
" Ehh hehe, bawa apa tuh ? "
" Bawa Nastar nih "
" Hah, astagfirullah sayang itukan anaknya si caplang, ngapain kamu bawa² ?" Ucap Bayu dengan ekspresi kaget.
" Apaansih kamu, aku beneran bawa kue nastar, bukan Raeestar ya ! "
" Ye kamu, tau gak kata Haidar juga nastar itu Raeestar, sama seperti caplang itu Cakra . Gitu sayang , bagus kan " ucap Bayu dengan senyuman kuda nya.
" Bapak sama anak sama aja " ucap Tania lalu pergi meninggalkan Bayu. Bayu pun memperhatikan Tania pergi lalu dia melanjutkan perjalanannya menuju ruang kerja.
2 jam sudah berlalu, Tania merasa ada yang aneh. Keadaan rumah sangat tenang sekali, dimana Haidar dan Wina ?
Biasanya jika mereka berdua ada rumah akan berisik di tambah dengan si sulung Daffa. Akhirnya Tania pun mencari keberadaan Haidar dan Wina, Tania bertanya kepada Bayu suaminya, dia memberitahukan bahwa Haidar masih bermain game dan Wina sedang keluar.
Tok tok tok....
" HAIDAR ! INI MAMA, MAIN GAME NYA UDAHAN DULU, SINI KELUAR " teriak Tania sekuat tenaga.
" Astagfirullah Mama, Haidar denger kok gak usah teriak² juga, pengang telinga Haidar ini mah " keluh Haidar saat diteriaki Tania
" Ya abisnya, kamu kalo udah main game di panggil aja gak bakalan bisa jadi mama teriakin deh "
Huft...
Haidar menghela nafasnya, memaklumi apa yang di lakukan ibunya itu, dia sadar bahwa keluarga nya hobi dengan teriak².
" Ada apa mama manggil Haidar ? " Tanya Haidar kepada Tania
KAMU SEDANG MEMBACA
[2] Life Love (NaRa)
Teen Fiction-Mulai menulis ( 12 Mei 2022) " Ini adalah sebuah kisah dari para cogan dan juga cecan SMA Kwangya " [ Two heart find Love, New Generation ]
![[2] Life Love (NaRa)](https://img.wattpad.com/cover/296991978-64-k265960.jpg)