Prolog .

60 4 1
                                        

Jilin, Tiongkok.

" Raeestar " Panggil sang Bunda yaitu Wendy.

" Iya, kenapa Bun? " Sahut Raeestar di dalam kamar

" Turun sini, gabung sama ayah, kakak dan Bunda juga " balas Wendy kembali.

Raeestar dengan malasnya turun ke bawah, dia berjalan ke arah ruang keluarganya dan duduk bergabung dengan keluarga.

" Kenapa sih ? " Tanya Raeestar

" Sini deh Bunda mau kasih tau sesuatu " ucap Bundanya.

Raeestar pun mengangguk, menanda kan dia akan mendengarkan apa yang sang Bunda ucapkan.

" Jadi gini, Raeestar tahun sekarang kan lulus SMP ya. Nah setelah kelulusan kamu itu kita bakal pindah ke Indonesia sayang. " Ucap Bunda nya.

Ya Raeestar, dan keluarga nya sekarang sedang berada di China. Mereka semua pindah ke China saat Raeestar umur 1 tahun. Hingga Raeestar besar dan sekolah di sana, dia bahkan sekarang 15 tahun dan William 18 tahun.

" Indonesia, Kenapa Bun ? " Tanya Raeestar yang kebingungan.

" Coba tanya Ayah kamu aja deh " ucap Wendy menunjuk Cakra sang Ayah

" Kenapa yah ? " Tanyanya sekali lagi

" Gini Raeestar, perusahaan ayah kan pusatnya itu di Indonesia, di China ini hanya cabang nya saja. Terus Perusahaan ini juga kan udah ada yang ngurus yaitu om kamu Alfandy. Jadi Ayah akan balik lagi ke perusahaan yang di Indonesia, kalo ayah harus bulak balik antara China dan Indonesia Ayah gak sanggup. Lebih baik kita sekalian saja Pindah. Kamu setuju kan ? " Ucap sang ayah panjang lebar.

Raeestar mencerna semua perkataan sang Ayah nya, dia mengangguk menandakan dia mengerti.

" Gak papa aja si Yah, kan emang tanah kelahirannya Raees juga. Terus Kakek sama Nenek juga kan emang di sana. Raees sih setuju aja iya gak kak " ucap Raeestar sambil menyenggol lengan sang Kakak yang terus memperhatikan ponselnya.

" Eh - eh iya " ucap Willi gelagapan karena kaget.

Jakarta, Indonesia.

" Wah ini rumah kita " ucap Raees yang kagum melihat Rumah nya.

Begitu terkejutnya Raeestar ketika melihat rumahnya sendiri, dia memang tidak pernah tau. Karena setiap ke Indonesia dia akan menginap di rumah sang nenek.

" Tutup tu mulut, kemasukkan lalat nanti " ucap Willi lalu meninggalkan Raees yang masih terkagum².

Mereka semua sudah beres² dan istirahat sejenak. Dan sekarang mereka sudah berkumpul lagi.

" Raees, besok kamu mulai masuk sekolah ya " ucap sang Ayah membuat Raees tersedak, pasalnya dia kini sedang minum.

" Apa-apaan nih, kan Raees baru nyampe di sini. Masa besok langsung masuk sekolah, nanti dulu aja ya Ayah " rengek Raees

" Engga Raees. Temen Ayah tadi bilang besok semua murid harus masuk " ucap Cakra

" Apa hubungannya sama temen ayah ? "

" Dia pemilik sekolah itu " ucap ayahnya langsung meminum kopi.

" Yang semangat ya adeeee , huhuuu " ucap William sambil mencubit pipi Raees

" Diem ih, gue udah gede bukan mainan Lo lagi " ucap Raees lalu pergi ke kamarnya.

🦋🦋

" MA, MAMA...." teriak Haidar

" Apa sih, teriak² " timpal sang Mama, Tania

[2] Life Love (NaRa)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang