[Yandere!Haikyuu x Blind!Male!Reader]
(M/n) Zanquen....
Pemuda misterius yang tiba-tiba datang ke Karasuno dan meminta untuk bergabung di tim volinya. Sekilas tak ada yang aneh dengan permintaannya. Tapi ada suatu hal yang membuat pelatih, guru pemb...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
WARNING: TYPO, SALAH PELAFALAN NAMA/KATA, KALIMAT GAJE, CRINGE, MENTION OF MURDER
(M/n) seketika cengo ketika Ushijima tiba-tiba mengajak nya bergabung dengan Shiratorizawa.
"Campakkan Karasuno dan pindah ke Shiratorizawa, potensi akan lebih baik di sana" sambung Ushijima.
'Apa dia baru saja menyuruhku mengkhianati timku sendiri?' batin (M/n) sweatdrop mendengar perkataan Ushijima.
"Aku menolak" tatapan mata Ushijima menggelap ketika (M/n) baru saja menolak nya.
"Apa kau baru saja menolak tawaran ku?"
"Iya, asal kau tau ya aku telah menemukan tim yang pas untukku jadi mon maap skip dulu"
Ushijima terlihat tidak percaya dengan keputusan (M/n) yang baru saja menolak ajakannya untuk bergabung.
"Potensimu tak akan bisa berkembang di tim ini. Jadi mengapa kau menolak?"
(M/n) terkekeh lalu tersenyum miring.
"Percayalah, tim ini sudah tepat. Untuk apa aku pindah tim? Buang-buang tenaga"
Sebenarnya sih (M/n) nggak ada niatan buat join klub voli sih tapi dia pengen merasakan hal baru yang belum pernah dia alami. Contoh aja pertandingan tadi, dia belum pernah tuh merasakan perasaan yang membuat adrenalin nya bertambah. (M/n) sangat suka hal yang menantang dan berbahaya untuk di lakukan, itu karena dia bisa menyelesaikan nya dengan cara dia sendiri.
"Begitu rupanya...." tanpa di duga Ushijima tersenyum, bukan senyum ramah atau bahagia tapi senyum yang terkesan mengejek.
"Jika suatu saat Shiratorizawa menang melawan Karasuno, kau..." dia lalu menunjuk (M/n) dengan jari telunjuknya.
"Harus jadi bagian dari kami"
Alis (M/n) terangkat, merasa tertantang oleh hal ini. Dia kemudian tertawa.
"Ya sudah deh. Jika benar Karasuno kalah dari Shiratorizawa, aku dengan senang hati mengurus kepindahan ku...lagi"
Ushijima terlihat puas dengan apa yang (M/n) katakan, saat (M/n) hendak pergi Ushijima teringat akan sesuatu.
"Dan satu hal lagi..." Ushijima kemudian melemparkan tongkat penuntun (M/n) yang berhasil di tangkap oleh pemilik nya dengan sempurna.