"Yaih Kamjagiyaa!"ucap Seong Woo terkejut saat baru memasuki kamar Seong Hwa.perlahan mata Seong Woo meneliti ruangan Seong Hwa yang kini dipenuhi teman temannya yang sedang tertidur.
Ada Chaeryong dan Rani yang tertidur dengan meletakkan kepalanya diatas brankar Seong Hwa,ada juga Seokjin dan Lee Know yang tertidur di sofa panjang saling berpelukan,tampak bahwa kedua anak lelaki itu saling kesempitan,sementara Mark,Yoshi,Jake dan Seungjae tertidur di lantai dan saling menautkan kaki satu sama lain.
Melihat pemandangan saat ini,Seong Woo terkekeh geli karena teman teman Seong Haa saat ini terlihat sangat konyol.
"Eihh ckckck dasar anak muda,mengapa mereka tidur disini!"ucap Seong Woo berdecih pelan sambil perlahan berjalan ke brankar Seong Hwa,menatap Seong Hwa yang sedang tertidur dengan intens lalu menaikkan selimut Seong Hwa sebatas dada tak lupa memberi kecupan hangat di dahi adik nya tsb.
Hari ini,Seong Hwa melakukan kemotheraphy pertamanya,memang kemungkinan untuk sembuh hanya 15% saja,tapi apa salahnya mencoba.siapa yang tau apakah hal itu akan memberi efek yang atau tidak ada efek sama sekali.sementara teman teman Seong hwa sudah berangkat pulang dari rumah sakit ingin ke sekolah.
Jarum infus mulai dimasukkan ke punggung tangan Seong Hwa,alat bantu pernafasan serta obat obatan dimasukkan ke air infus Seong Hwa.sementara Seong Woo masih setia menunggu adiknya agar terbangun.
"Apa yang kalian kerjakan sampai sekarang ?mengapa kalian belum menemukan korbannya?"bentak kepala komisi kepada Park Hyungsik yang menangani kasus beberapa orang hilang.
"Maaf pak,kami akan lebih berusaha!"
"Cepat selesaikan kalau tidak kasus ini akan dipindahkan ke tim lain"
"Baik pak!"ucap Hyungsik menahan emosi"Eishh cepat telpon Seong Woo dan tanyakan....."
Kringg kringg kringg
Ucapan Hyungsik terpotong tiba tiba karena telepon berbunyi.
"Halo!"ucap Hyungsik setelah mengangkat telepon dan menaruhnya ke telinga.terlihat Hyungsik terdiam sejenak dengan ekspresi serius mendengarkan telepon.
"Baik,kami segera kesana!"ucap Hyungsik buru buru lalu langsung menyimpan kembali teleponnya."Ikut aku,bawa perlengkapan senjata kalian masing masing!"ucap Hyungsik pada para bawahannya sambil berjalan keluar dari kantor polisi diikuti oleh 4 orang lainnya.
"Seong Hwa ya,kau sudah bangun?"tanya Seong Woo begitu melihat Seong Hwa membuka mata yang sedari tadi terpejam.
"Oppa....kepalaku sakit"rintih Seong Hwa dengan suara lirihnya.
"Gwenchana...itu efeknya...tenangkan saja dulu dirimu hmm!"Seong Woo mengusap surai hitam adiknya yang masih terkulai lemas itu,berharap dia bisa tenang dan sakit kepalanya bisa hilang."Oppa....apa aku akan kehilangan rambut?sama seperti yang pernah aku lihat di film?"tanya Seong Hwa sambil memejamkan mata.Sementara Seong Woo yang mendengar pertanyaan adiknya itu terdiam sejenak.
"Ah itu bukan masalah besar,kita akan memakai lagi vitamin,lagian juga efeknya tidak akan separah itu,film sangat berbeda dengan kenyataan jadi jangan dipikirkan!"racau Seong Woo berusaha membuat Seong Hwa tenang.
Seong Hwa tampak mengangguk lemas dan lalu kemudian tertidur lagi.
"Ohoo ini dia pembully di kelas kita,dia sudah datang!"ucap Seorang murid begitu melihat Minju dan kedua sahabatnya itu.Minju tampak menatap tajam kepada murid yang barusan mengatakan hal tersebut.
"Apa?mengapa kau melihatku seperti itu?cihhh jalang!"sambung lelaki itu berdecih.kini suasana kelas kembali ramai,para murid terlihat sedang membicarakan Minju hal itu dapat dilihat dari mimik wajah para murid yang sesekali juga menunjuk ke Minju.

KAMU SEDANG MEMBACA
Who?
Mystery / Thrillerjangan mencoba memenuhi harapan orang lain.aku ingin kau hidup dengan nilai nilai yang kau dapatkan dengan usahamu sendiri.tidak apa jika kau memulainya pelan pelan,jangan terlalu memaksakan dirimu!