ᕙ[13]ᕗ

8 3 0
                                    

Terlihat Seong Hwa mulai gugup karena mendengar perkataan Seokjin barusan membuat nya tidak mampu berkat kata lagi.

"Aku menyukaimu ....sangat sangat menyukaimu....jadi...jadilah pacarkuu!!"ucap Seokjin dengan lantang menatap Seong Hwa yang masih terdiam.

Seong Hwa yang mendengar perkataan Seokjin barusan,merasa campur aduk
Dilain sisi dia senang,dilain sisi dia takut karena sadar kalau dirinya tidak lama lagi di dunia ini,dan tentu saja hal itu akan menyakiti Seokjin nantinya.

Setelah terdiam cukup lama,Seong Hwa berjalan mendekat kepada Seokjin yang tampak menunggu jawaban Seong Hwa.

Seong Hwa menatap Seokjin sejenak lalu meneteskan air matanya.Seong Hwa melepaskan bando kembarnya dengan Seokjin dari kepalanya lalu memberikannya ke tangan Seokjin

"A...aku tidak bisaa!!"ucap Seong Hwa lirih menahan tangis nya membuat Seokjin tersenyum pahit.

Seong Hwa perlahan membalikkan badan hendak meninggalkan Seokjin.namun baru saja berjalan 5 langkah dari Seokjin,tangannya ditahan Seokjin.

"Lepaskan!"
"Tidak...aku..tidak akan melepaskan dan tidak akan membiarkan sesuatu yang membuatku bahagia terlepas begitu saja,aku...akan menerima!aku tidak takut jikalau suatu saat nanti harus kehilangan dirimu karena penyakit itu....tapi....biarkan aku memilikimu walau hanya sebentar saja!"ucap Seokjin membuat Seong Hwa menelan ludahnya.

Seong Hwa perlahan melepaskan tangan Seokjin yang menahannya.namun tiba tiba Seokjin memeluknya dari belakang.

"Izinkan aku memilikimu walau tidak selamanya,aku...ingin kau bahagia saat bersamaku,aku.....izinkan aku menjadi orang yang melindungimu sampai akhir!kumohon...!"mohon Seokjin tetap memeluk Seong Hwa yang saat ini sudah menangis.

"Kumohoonnn .....walaupun akhirnya akan terasa sangat menyakitkan seperti yang kau bayangkan,tapi...aku inginn merasakan bahagia walau sebentar saja,kau...saat ada di dekatmu...aku bahagia!!jadi..kumohonn!"isak Seokjin membuat Seong Hwa berfikir keras

"Aku tidak akan menunggu jawaban,aku tidak mau menunggu esok atau lusa,kumohon jawab sekarang,tidak!walaupun kau tidak menyukaiku..berpura puralah menyukaiku...aku berjanji akan ......!"

"Aku menyukaimuu!!"potong Seong Hwa
"Aku juga menyukaimu!hanya saja,aku takut kau nantinya akan sangat terluka saat aku tiada!"sambung Seong Hwa

"Lalu Seokjin melepas pelukannya membalikkan tubuh Seong Hwa menghadapnya.

"Jika denganmu,aku..tidak mau berfikir bagaimana perasaanku ke depannya,aku hanya ingin menikmati waktuku saja denganmu saat ini hingga akhir!"jawab Seokjin menatap Seong Hwa memohon.

"A..aku menyukaimu ....benar benar menyukaimu...!"sambung Seokjin lalu memeluk Seong Hwa lagi.tiba tiba Senyum tipis muncul dari bibir Seong Hwa lalu membalas pelukan Seokjin.

"Tapi aku ada syarat!"ucap Seong Hwa yang masih dipelukan Seokjin membuat Seokjin melepas pelukannya

"Syarat?apa itu?"tanya Seokjin ambisius
"Aku...tidak ingin melihatmu mengendari sepeda motor lagi,itu sangat menakutkan!"decak kesal Seong Hwa membuat Seokjin tersenyum lalu kembali memeluk Seong Hwa erat

"Aihhh baiklah sayang...aku akan melaksanakannya!"
"Sa...sayang?"
"Aihh bagaimana ini,bahkan saat dipelukanmu saja aku sudah rindu padamu,bagaimana kalau kau tidak dipelukanku!"rewel Seokjin mengeratkan pelukannya membuat Seong Hwa tersenyum malu
"Terserah,tapi jangan mengendari motor seperti tadi,apa kau tau,saat kau hampir menabrakku tadi,itu menyakitkan aih siku ku masih perih!"lapor Seong Hwa.lalu tiba tiba Seokjin melepas pelukannya.lalu mengambil tangan Seong Hwa dan memperhatikan siku Seong Hwa yang sedikit lecet

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 08, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Who?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang