"Apa kau sangat menyukai Seokjin?"tanya Seong Hwa memecah keheningan antara dirinya dan Minju yang kini ada di pinggir sungai
"Hm sangat,SeokJin dulu anak yang sangat menggemaskan,dia satu satunya orang yang membantuku saat anak anak lain meledekku karena mendapat nilai jelek,tskk aku..memang bodoh dari lahir!"
"Eishh kau terlalu merendahkan dirimu sendiri!"potong Seong Hwa"Tidak,itu kenyataan aku tidak bisa menjadi seperti yang diinginkan orang tuaku,aku buruk dalam hal prestasi,jadi ayahku berharap aku kelak bisa menikah dengan orang yang memiliki kekuasaan atau harta yang banyak.dan kebetulan ayahku dan ayah Seokjin berteman,jadi dia sangat ingin aku dekat dengan Jake karena dia sangat pintar,dan lagipula dia keturunan asli keluarga paman Kim Mingyu,ayahku berkata kekuasaan paman Kim akan turun pada Jake,tapi aku menyukai Seokjin dia anak yang baik dan selalu menolongku,dia berubah semenjak Smp aku tidak tau alasannya.
"Ahh berarti benar kau sangat menyukainya,tapi...wajahmu!"
"Tentu saja orang tuaku memukulku,ayahku selalu melakukan hal itu,setidaknya seminggu sekali setiap melihat hasil akhir nilai mingguan,aku lelah,aku juga berusaha,tapi apa aku salah kalau lahir tidak pintar?kenapa mereka harus menuntutku?orang tuaku sangat ingin aku menjadi yang terbaik,sesuai harapan mereka,dan juga mereka selalu mengingatkanku tentang kewajibanku sebagai anak,aku tau,tapi...aku tidak sanggup,aku bukan seperti anak lainnya,aku iri dengan mu,kau pintar,lalu kau juga baik,bahkan terkadang aku iri karena kau tidak memiliki orang tua!"ucap Minju sambil menangisMerasa iba dengan Minju,Seong Hwa lalu mengambil tangan Minju dan menggenggamnya
"Hey hey Minju,jangan mencoba memenuhi harapan orang lain.aku ingin kau hidup dengan nilai nilai yang kau dapatkan dengan usahamu sendiri.tidak apa jika kau memulainya pelan pelan,jangan terlalu memaksakan dirimu!"ucap Seong Hwa sambil sesekali mengelus punggung Minju yang masih menangis.
"Aku ..takut kalau Seokjin membenciku,aku senang karena akhir akhir ini Seokjin sering tersenyum kembali,terimakasih Seong Hwa,tapi aku masih tidak ingin dia bersama orang lain!"perjelas Minju
Sementara Seokjin sedari tadi mendengarkan perbincangan kedua gadis itu sambil bersembunyi.
"Apa..kau menyukai Seokjin?"lanjut tanya Minju membuat Seong Hwa terkejut.
"Ha?aku?"
"Hm"
"Entahlah,aku tidak tau,tapi akhir akhir ini aku menyadari bahwa Seokjin tidak seburuk yang aku bayangkan dia orang yang baik,seperti yang kau katakan!"
"Jadi kau benar benar menyukainya?"lirih Minju pahit
"Eh...tidak bukan begitu,huhhh lagipula jika aku menyukainya,tidak bisa!"
"Tidak bisa apanya?"
"Aku..sakit!"jawab Seong Hwa lalu menatap datar ke depan.kini pandangannya kosong menghadap sungai
"Sebentar lagi aku juga tiada,mana mungkin aku yang penyakitan begini berani menyukai seseorang seperti Seokjin!"beo Seong Hwa pelan terasa menyakiti dirinya sendiri."Jadi...rumor disekolah itu benar?"tanya Minju memastik
"Ru..rumor?"
"Hm rumor,disekolah mereka bilang kalau kau sakit kan...ker!"ucap Minju perlahan takut menyakiti perasaan Seong Hwa.Tiba tiba Seong hwa terdiam dan mematung dengan tatapan kosong.
"Ah ahmm bukan begitu maaf,aku..aku cu..cuma bertanya!"
"Tidak apa,lagipula perlahan semua akan tau,kau pernah mendengar istilah 'semakin cepat semakin baik'?sepertinya lebih bagus kalau mereka tau!"ucap Seong Hwa tersenyum pada Minju"Heol,kau hebat!"
"Apapun yang terjadi,Minju-ya mari berteman!"
"Apa?"
"Hmm sepertinya akan menyenangkan kalau kita berteman!"
"Tidak,aku sudah menyakitimu dan mengejekmu di depan semua orang!"
"Eishh itu sudah berlalu!"
"Aku tidak menyukaimu!"
"Kalau begitu,berteman denganku sampai kau menyukaiku hm hm?bagaimana?"
"Heol,kau gadis aneh!"
"Aneh aneh begini,aku sudah jadi sahabatmu!"ucap Seong hwa dengan nada malu malu
"Apaan kau ini,kau benar benar aneh sangat ini,jangan seperti ini!"
"Chingu ya!!"ucap Seong Hwa lagi dengan manja membuat kedua gadis itu tertawa.

KAMU SEDANG MEMBACA
Who?
Mystery / Thrillerjangan mencoba memenuhi harapan orang lain.aku ingin kau hidup dengan nilai nilai yang kau dapatkan dengan usahamu sendiri.tidak apa jika kau memulainya pelan pelan,jangan terlalu memaksakan dirimu!