Pamit Yang Rumit

17 6 1
                                        

Bukan sumpah yang membenari sebuah kisah
bukan pula ucap janji setia di usung sebagai penyempurna
nyatanya di ujung kanvas aksara
kau tinggalkan tinta usang dilembar berjelaga

Aku pamit sebelum semuanya hancur
aku berhenti di tempatku tersungkur
dan tak mungkin lagi mampir ataupun sekedar sapa
hanya sebentar menenang gumam lara

Tentang tawa, kata juga kecewa
aku menyerah; sebab aku cuma pecandu luka
jalanku pasih cuma untuk setia
pada kisah kita yang terselubung silang kata

Pamitku rumit; antara rela menyudahi atau sekedar jeda hati
namun yang pasti kata tak lagi mewakili
kali ini
aku muak hadirmu setia memberi rindu
tapi dirimu seolah bermanja dengan waktu

Segala kesepian, kecemasan menghadirkan kesesakan
membingkai rapih di hulu hati
coba tanyakan kisah yang mana mesti kuagunggkan
semua ku kemas rapih dalam kesedihan

Benar....
aku cuma lirih gerimis
tanpa tahu malu
mengharap hujan di dadamu
dengan sembab yang masih membasah
aku pamit darimu dengan berjuta lelah

Serpihan Kata [Lengkap]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang