Lagi dan lagi dia berbohong.
Lagi dan lagi dia mengingkari janjinya.
Lagi dan lagi dia melakukan kesalahan yang sama
Bukan sekali atau dua kali, bahkan sering.
Apakah pantas memberikan dia kesempatan lagi?
Jika aku memberikan kesempatan lagi, apakah dia bisa belajar dari kesalahannya?
Bagaimana jika dia selalu mengulangi kesalahan lagi, apakah aku sanggup menerima kecewa lagi?
Perasaan ini membuatku bingung,
Aku sadar, dulu aku pernah berdoa kepada Allah.
'Ya Allah berikanlah hamba petunjuk atas ridho mu, aku mohon kepadamu, tunjukkanlah sifat dia yang sebenarnya'
Tanpa aku sadari, aku melihat diri dia yang sebenarnya.
Dia selalu mengucapkan kata maaf.
Namun sikap dan sifat tidak bisa merubahnya.
Ternyata kebenaran itu membuatku kecewa dan dia telah merusak kepercayaanku kepadanya.
Aku menyadari, begitu bodohnya aku memberikan dia kesempatan lagi dan lagi.
Dan menerima kehadirannya kembali.
Namun aku bersyukur dengan keadaan ini.
Terimakasih, kehadiranmu membawaku untuk bisa belajar lagi.
Dan terimakasih Ya Allah, engkau telah mengabulkan doaku yang dulu.
Maaf
KAMU SEDANG MEMBACA
Serpihan Kata [Lengkap]
Poésie[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Jika karya saya melalaikan ibadahmu, maka tinggalkan saja😊 Serangkai kata dari cerita seseorang Happy Reading.... *Rank* #2 serpihan 4/Juni/2022 #1 ucapan 4/Juni/2022 #1 wattpadrecommendation 8/Juni/2022 #10 ungkapan 8/Juni...
![Serpihan Kata [Lengkap]](https://img.wattpad.com/cover/297336541-64-k895743.jpg)