Tuhan menebarkan cinta tanpa batas tiada kurun waktu yang terlewatkan oleh nya, setiap makhluk akan mendapatkan cinta tersebut dan menjadikannya makna kehidupan yang indah.
Walau terkadang cinta itu sering dianggap jatuh pada hati yang salah, sebenarnya tidak salah, hanya saja butuh perjuangan besar untuk mendapatkan cinta yang benar-benar tepat. Karena cinta sangat berharga dari segalanya, tentunya tak mudah untuk mendapatkannya. True?
Di ruangan kelas yang cukup rusuh Para murid berlarian saat seorang siswa mengganggu segerombolan sekumpulan gadis itu dengan membawa serangga di tangannya.
Namun begitu Chyra tetap tenang sendiri, sibuk berkutat dengan pena dan bukunya.
Dibandingkan dengan berlari-lari dan berteriak gadis itu justru tengah berkutat dengan buku harian.
"Ra, anter ke toilet kuy!" Tegur seorang gadis cantik yang duduk di sebelahnya.
Chyra yang tengah fokus menulis di diary nya pun menoleh.
"Ayo kebelet ah..." Rengeknya manja menarik lengan baju Chyra seperti anak kecil.
"Yaudah ayok..." Gadis itu menutup diary nya dan berdiri.
"Bawa aja diary nya, kalo dia baca gimana?" Saran gadis cantik bernama Nirgadish Tashalia atau biasa di panggil Gadish dengan senyuman nakalnya, Tak ayal di lengkapi kerlingan mata yang memberikan kesan tengil.
"Toilet doang bentar, lagian tuh anak gaada, lagi nongkrong bareng konconya " mata Chyra melirik ke bangku kosong milik crush-nya ternyata cinta Chyra terjebak friendzone.
"Yaudah ayok !" Gadish menarik tangan Chyra bergegas ke toilet, dia sudah tak tahan ingin memenuhi panggilan alam.
Tak lama berada di toilet dua gadis cantik itu pun kembali ke kelas.
Saat pertama kali melihat ke dalam ruangan Chyra dibuat kaget, benar saja ternyata ucapan Gadish, buku diary nya itu tengah di baca oleh seorang laki-laki yang namanya selalu menjadi awalan kata dear dalam diary nya.
Nafas Chyra hampir berhenti saat laki-laki itu menolehnya, dengan tatapan tajam yang menjadi ciri khasnya.
Chyra merutuki kebodohannya, sudah jelas tadi Gadish menyarankan agar buku diary itu dibawa atau diamankan, namun ia tetap membiarkannya tergeletak dan naasnya sosok yang menjadi topik utama dalam jurnalnya itu tengah membacanya.
Chyra tetap melangkah ke bangkunya meski ia sangat malu namun ia ingin mengambil diary-nya.
"Sini buku gue, siapa suruh lo liat ?" Chyra merebut diary itu dari tangan laki-laki bernama Aerzam Hanzaki.
"Lo suka sama gue?" Nada bicara Aerzam sedikit ragu.
Chyra terdiam tak menjawab pertanyaannya, detak jantungnya berdetak kencang saat ini.
Ia tak menjawab dan hanya memasukkan buku bersampul kuning pudar itu kedalam tas nya.
"Sorry Ra, lo sahabat gue. Lo ngerti kan maksud gue? "
"Gue ga ngarep lebih sama lo... Lagian gue ga confess, sebatas kagum bukan berarti pen memiliki kan?" Elaknya tersenyum tipis, padahal ia sedang menahan rasa sakit.
Bohong, mana mungkin Chyra tidak berharap pada Aerzam, apakah menghilangkan perasaan itu semudah membalikkan telapak tangan.
***
Cinta itu terlalu berharga, kadang yang kita inginkan tak bisa kita miliki.
Di usianya yang sekarang berada dalam fase remaja, gadis itu merasa orang yang ia suka tak memiliki perasaan yang sama pada dirinya tak seperti teman-temannya yang lain yang mulai bisa meraba seperti apa cinta pertama yang terjalin di sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
WORTH IT [END]
Teen Fiction"Biarpun kita bersatu karena utang atau perjanjian, gue gak peduli. Karena itu cara Tuhan buat kita." Chyragadh Gardanish, gadis remaja yang merasa tak berharga, karena ia harus menikah dengan seseorang atas dasar hutang perusahaan keluarga. Namun a...
![WORTH IT [END]](https://img.wattpad.com/cover/316252232-64-k5202.jpg)