Setelah beberapa kali melakukan pendekatan ke kaum penyuka sesama yang tidak mengalami tranformasi penampilan, sekarang saatnya Duo Seksi Angga dan Bimo mencari informasi ke penyuka sejenis yang sudah bertranformasi, merubah penampilan dari cowok menjadi cewek atau lebih terkenal dengan sebutan waria agar bahan penyelesaian tesisnya lebih lengkap. Malam itu dengan Honda Jazz nya mereka meluncur ke lokasi yang emang sudah terkenal sebagai tempat gaul (baca: mangkal) para waria.
"Kita berhenti di sini aja yah Bim.. " Angga menepikan mobilnya di bawah pohon deket sebuah warung.
"Emang kamu sering kesini Ngga?" tanya Bimo sambil sedikit membuka kaca mobilnya.
"Iya.. Lewat doang sih pernah, tapi gak sampe berenti gini. Eh Bim! Tuh, kayaknya dia nyamperin kita deh. Buka lagi Bim kacamu.."
"Malem mas.. Nyari temen yah.."
Bener aja yang dibilang Angga, seorang wanita, opps.. waria berambut panjang yang dimaksudnya bergerak dari arah warung dan berhenti di samping mobil mereka, membungkukkan badannya melihat ke dalam mobil.
"Iya neh mbak, mau gak nemenin kita ngobrol?" sahut Angga setelah mengecilkan volume tape mobilnya.
"Maulah mas, jangankan ngobrol, nemenin yang laen juga mau hehe.." jawab waria itu dengan centilnya.
"Saya Bimo, dan temen saya Angga" kata Bimo sambil keluar dari mobil dan mengulurkan tangan ke arah waria berambut panjang yang ada di depannya.
"Saya Reza, senang kenalan dengan kamu Bimo, Angga"
Mereka bertiga ngobrol akrab, Reza orang yang menyenangkan dan mudah bergaul, selain berparas cantik, mengenakan atasan merah, rok jean mini dan sendal berhak membuatnya nampak tinggi semampai berkulit sawo matang. Kalau saja tidak berdiri disini, sekilas orang tak akan tau kalau Reza ini adalah pria. Dia sangat nge-fans dengan Reza Artamevia janda Aji Masaid, itu yang menjadi alasan kenapa dia menjadikan nama Reza sebagai nama wanitanya.
Sedangkan Bimo sendiri bernama lengkap Bimo Baskoro cowok Jawa item manis berhidung mbetet dan bermata sayu menentramkan ini tingginya 173cm berbadan sedang khas atlet voli ini,berambut hitam berombak. Sedangkan Airlangga Cappalino turunan Itali-Bali lebih tinggi 3cm dari Bimo, struktur tulangnya begitu Itali dengan profil muka tegas dan alis tebal kecoklatan menggaris diatas matanya yang setajam elang, rambutnya yang tebal digunting jabrik dan janggut tipis ala Fred Dust vokalis Limbizkit menggaris vertikal di bawah bibir merah tipisnya, sebenarnya dari kecil Angga lebih suka kalau kulitnya berwarna coklat seperti ibunya, seperti juga warna kulit Bimo yang sexy tapi olahraga renang & hobi telanjang dada saat basket malah membuat kulitnya memerah bukannya tanned seperti keinginannya.
"Bentar ya, Ngga, aku kenalkan ke temen aku, kalian pasti suka.." Reza kemudian pergi menuju warung tapi tak lama kemudian kembali menggandeng temannya, yang tak kalah cantik juga. Berkulit kuning langsat yang dibalut terusan warna ungu dimana atasannya tak berkerah dan berleher V sedangkan bagian bawahnya beberapa centi dibawah lutut, terlihat lebih anggun dibanding Reza.
"Bim, Ngga neh kenalin temenku. Namanya Lia"
"hehe.. Halo Lia.." Angga menjabat tangan Lia terlebih dahulu.
"Hi, Ngga. Udah dari tadi?" sahut Lia berbasa-basi padahal dah dari tadi melihat mereka ngobrol.
"Kalian dah kenal?" tanya Bimo kaget.
"Ya, dulu cewekku suka ke butiknya Lia." jelas Angga
Selengkapnya dapat diakses di https://karyakarsa.com/gocradle
