Karena libur ini 80% Haechan gabut jadi dia melancarkan aksinya untuk mengganggu Zio
"Tante Lisa, minta buah mangganya ya?" Tanya Haechan
"Iyo minta aja sono, biasanya juga kamu gak izin chan"
"Hehe"
Haechan narik Zio buat ikut dia "heh mau kamu apain lagi anak tante?"
Haechan menoleh kebelang "cuma di ajak ngambil mangga bareng tante, anu Echan yang mgambil buahnya Zio yang mungut di bawah"
"Gak gak, kamu kan yang ngidam, kamu pungut sendirilah" Lisa menarik Zio. Lisa punya firasat buruk aja tentang bocah kunyuk yang satu itu, keseringan banget isengin anaknya yang berakhir anaknya menangis sesegukan.
"Aku gak ngidam!"
"Ngidam kamu tuh"
"Bodo amat yang penting aku mau mangga"
Haechan naik pohon mangga dengan lihainya seperti monyet. Pokoknya urusan panjat memanjat Haechan juaranya.
Padahal ada galah kenapa kudu manjat segala Chan? Sengklek memang
__________
Hp Mark mati, padahal dia lagi kangen Haechan, ia mau menghubungi bocah tengil itu tapi gak bisa, dan sekarang ia lagi diparkiran bersiap untuk pulang kerumah tapi niat untuk pulang dia urungkan, daripada Mark tersiksa rindu lebih baik dia nyanperin kerumah orangnya langsung.
Setelah ingin masuk keperkarangan rumah Haechan tapi dia ngeliat keatas pohon mangga yang goyang-goyang, terlihat seonggok manusia yang dia rindukan berada diatas pohon tersebut sambil metik buahnya
Sudah kayak monyet beneran si Haechan, apalagi rambutnya acak acakan, abis rebahan langsung keluar dengan rambut gak disisir dulu
Mark turun dari motornya dan berdiri dibawah pohon mangga
Haechan kaget "kok ada pangeran, eh setan" sampe salah pijakan
"MAMAAAA" teriak Haechan terjatuh dari atas pohon, Haechan memejamkan matanya tapi dia gak ngerasain sakit sekalipun. Ia mengerjapkan mata dan membuka matanya perlahan
Haechan menimpa tubuh Mark, Mark berada dibawah dia!
"Maaf bang" Haechan buru buru bangun dari posisi tadi, dan bantuin Mark buat duduk
"Lain kali hati hati, dek" ucap Mark seraya mengelus kepala belakangnya yang terasa ngilu akibat benturan sama aspal, tapi gak apa daripada Haechannya yang kenapa-napa
Tangan Haechan terurung mengelus kepala Mark juga "maaf, tadi lu sih muncul tiba tiba kan gue kaget"
Mark diam sambil menatap Haechan, dia menikmati setiap elusan dikepalanya
Haechan yang ditatap begitu jadi agak was was, takut juga Mark ketempelan setan pohon mangga punya Lisa
"Bang, kerumah aku aja yuk"
"Aduh, sakit nih"
Mark pura pura kesakitan dan gak kuat jalan
Modus dikit.
Mau gak mau Haechan membopong Mark kedalam rumahnya dan membawanya kekamar.
Kemudian Haechan merebahkan tubuh besar Mark diranjangnya, Haechan harus tanggung jawab karna Mark juga yang nyelamatin dia
"Bentar ya bang, aku ambilin air putih dulu"
Dan gak ada jawaban dari Mark. Haechan jadi takut kalau Mark beneran ketempelan, siapa tau itu pohon di jampe jampe sama om Jungkook biar gak ada yang malingin buah mangganya
Haechan beranjak pergi berniat mengambil segelas airputih dan dibacakan doa Ruqiyah dan ayat kursi biar tu setan pergi jauh jauh
Tapi, baru juga satu langkah, tangah Haechan ditarik sama Mark yang berakhir Haechan menimpa tubuh Mark lagi
Dan Mark memeluk pinggang Haechan posesif, takut Haechan pergi.
"Gini aja udah bikin gua sembuh" ucap Mark sambil memejamkan matanya, menikmati aroma tubuh Haechan yang bikin nyaman bagi Mark
Haechan terdiam mencerna semua yang terjadi. Mau berontak tapi rasanya nyaman dipeluk dari bawah begini
Perlahan tangan Mark mendorong lembut kepala Haechan agar rebahan didadanya. Haechan awalnya mau melepaskan pelukan mereka, tapi makin erat pula pelukan itu
"Bang, kayaknya lu beneran ketempelan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
BOCAH TENGIL (Markhyuck)
NouvellesMarkHyuck - Mark x Haechan (✓) awal pertemuan mereka yang bisa di bilang sangat membagongkan dan tidak terduga. saat mark berangkat ngampus, di perjalanan dia ngeliat bocah SMA yang sedang menjahili bocah SD dengan cara mengambil botol minum si boca...
