chapter 8

145 14 2
                                        

"CAI" teriakan yang lantang itu menghentikan langkah caira

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"CAI" teriakan yang lantang itu menghentikan langkah caira

"kenapa bang?" caira bertanya karena melihat asisten manager nya menghampiri dengan muka panik

Namanya Bani seorang asisten manager yang sudah bekerja selama 1 tahun belakangan ini dan caira adalah model pertama yang dilayani nya.

"Gini dek kostum yang harus kamu pake hari ini ada yang ketumpahan kopi karena ada staf yang kurang fokus dan kita gak ada waktu buat ke loundry ataupun ganti kostum yang baru." Bani sungguh tidak tau harus bagaimana karena mereka sudah menetapkan janji akan pemotretan hari ini sampai selesai sekaligus

"Gapapa bang nanti kita bisa pake yang ada aja dulu,soal kostum yang ketumpahan kita bisa pemotretan nya besok atau lusa." Usul caira karena dia suka dengan pekerjaannya dan dia tau bahwa pemotretan hari ini tidak harus buru-buru juga.

"Tapi waktu kamu?" Bani ragu karena caira masihlah anak sekolah yang butuh belajar untuk perkembangan ke depannya.

"Cai pintar bang" dihempaskan nya rambut bergelombang itu ke belakang dengan gaya angkuhnya.

Dika terkekeh melihat tingkah adeknya itu,ya adeknya memang pintar dari mereka kecil dan dia mengakui itu.

Tanpa Dika dan mereka sadari bahwa jiwa yang mengisi raga itu sudah bukan adiknya lagi.

Pemotretan dimulai...

"Lelah ya..." Usapan lembut terasa di rambutnya membuat caira merasa nyaman dan rileks sehabis pemotretan tadi.

"Cai lelah tapi Cai juga happy jalaninnya bang, apalagi ada Abang yang nemenin caira" senyum tipis terbit dari bibir mungil itu

Dia bersyukur di kehidupan ini memiliki Abang seperti Dika dan orang tua yang memanjakan nya serta mendukung nya selalu.

Sebenarnya kita bisa mandiri tanpa bergantung pada orang lain,tapi kita juga manusia yang butuh manusia lainnya.
Kita butuh support dari orang-orang terdekat,kita juga butuh masukan serta saran untuk mengambil langkah apa kedepannya.

Tanpa sadar caira tertidur di pelukan hangat Dika hingga mereka sampai ke mansion nya.

"Abang gak tega lihat kamu capek kayak gini sayang,tapi Abang bakalan dukung apa yang buat kamu senang" Dika berucap sambil mengendong cai ala koala.

.........

Paginya di sebuah mansion, penghuni nya pada sibuk karena teriakan membahana seorang gadis yang tak lain caira.

"ABANGGGG KANAPA GAK BANGUNIN CAI,aduh cai telat nih jadinya padahal cai cuman tamatin baca buku novel doang malem tadi" gerutu caira sambil memasukkan buku-bukunya ke dalam tas dengan tergesa-gesa

"Kenapa teriak-teriak dek?"tanya santai Dika yang sudah siap dengan seragam sekolahnya

"Abang ish.. cai kesiangan nih mana hari ini cai ada ulangan" gerutu caira dengan kesal padahal salah dia sendiri yang menunda-nunda waktu tidur gara-gara mau namatin baca novelnya.

"Salah siapa yang semalem disuruh tidur tapi malah begadang" Dika membantu caira memasangkan kaos kakinya.

Lihatlah Dika saja masih tenang sedangkan caira sudah panik gak karuan dari tadi.

"Cai inget kata Abang dalam kondisi apapun kamu gak boleh panik oke"

"Tapi Abang.."

"Syutt..kalau kamu panik maka kamu akan teledor atau bahkan gak bisa berpikir dengan jernih. Paham sayang.." nasehat nya dengan begitu lembutnya sambil menatap mata caira dengan kasih sayang yang tampak sangat besar.

"Maaf Abang cai cuman panik karena belum belajar" caira menunduk karena merasa bersalah sudah berteriak pada abangnya tadi.

"Hehe gak masalah sayang, lihat kamu lupa bahkan dengan gak belajar kamu udah pintar"

"Mana kesombongan nya yang kemaren bilang bahwa cai itu pintar tanpa belajar hm?" Goda dika pada adiknya

"Ish abangggg"ucapnya dengan pipi yang menggembung

👉kesel dia tuh👈

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 22, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

CairaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang