Kemarin, saya berulangtahun yang ke 17. Dan semesta memberikan kado luar biasa, janin kecil berumur 7 minggu. Jika saya menolak kado luar biasa ini, bagaimana saya melakukannya?
Saya baru selesai UTS dan sekarang harus berhadapan dengan dua garis biru di atas alat pendeteksi kehamilan. Saya takut. Takut orang tua saya tahu dan saya harus berhenti sekolah.
Rasanya menakutkan tiap kali saya bangun dan menyadari ada kehidupan lain di dalam tubuh saya. Apakah ada rekomendasi untuk menggugurkan kandungan?
Gear.here
Pertama-tama, saya harap kamu tidak berpikiran pendek. Saya tidak mengatakan bahwa saya adalah seorang ahli agama atau orang dengan wawasan yang hebat. Tapi, sebelum memutuskan sesuatu yang akan membuat kamu menyesal, juga akan menyakiti diri kamu sendiri, tolong kamu pikirkan baik-baik.
Saya percaya tiap hal yang dilakukan akan memiliki konsekuensi. Dan ini adalah konsekuensi yang seharusnya sudah kamu tahu. Bukan maksud saya menggurui, tapi ketika kamu memutuskan untuk menggugurkan, di negara ini tidak akan semudah itu. Ada banyak prosedur yang harus dilewati. Juga, ada banyak hal yang akan melukai tubuhmu di masa depan jika tidak dilakukan dengan dokter yang terpercaya.
Saya tahu menakutkan untuk mengaku ke orang tua, tapi di saat ini kamu butuh bantuan dari mereka. Terutama jika si pendonor sperma it lari dari konsekuensi.
Bilain
Halo, Ibu muda yang penuh ketakutan.
Saya rasa ada baiknya jika kamu bercerita dengan orang tuamu. Aku yakin tempatmu tumbuh tidak jauh beda dengan tempatku yang penuh prasangka. Apapun keputusanmu, lakukan setelah bicara dengan orang tuamu.
Tukisi
Sayangnya, di tempat kita tumbuh prosesi menggugurkan begitu sulit juga tidak kredibel. Jika kamu punya uang, pergilah ke luar negeri untuk mencari dokter terbaik dan gugurkan tanpa penyesalan.
Jika kamu banyak keraguan, cerita pada orang tuamu.
Jika kamu mencintai dengan mata tertutup, minta tanggung jawab pada kekasihmu.
Jika kamu ditinggalkan sendiri, jangan memohon kasih pada orang yang tak bisa memegang ucapannya. Kamu akan ditinggalkan.
Umur saya sekarang 35 dan anak saya sudah lulus SMK. Saya membesarkan putra saya sendiri sejak ditinggalkan oleh mantan kekasih yang bilang akan bertanggungjawab juga diusir dari rumah.
Saya tidak akan meminta kamu untuk melewati jalan yang sama, karena sumpah demi Tuhan, jalannya terlalu berat hingga jika saya bisa memutar waktu saya tidak akan percaya pada lelaki itu. Walaupun saya begitu mencintai anak saya, tetapi saya lebih berharap ia lahir ke dunia ini di saat saya sudah siap. Bukan saya harus siap dengan kehadirannya.
Saya tahu kamu saat ini takut dan penuh rasa bersalah. Tetapi, jika kamu terus menghindar dan berbohong akan lebih sulit melaluinya. Orang tuamu mungkin marah, kecewa, membenci, tetapi ketika kamu terluka mereka akan membantu. Diam-diam jika diperlukan.
Karena itu yang dilakukan orang tua saya setelah saya diusir dari rumah. Kami pernah saling membenci, saling melukai, saling menghakimi, tetapi seiring berjalannya waktu kami mulai menerima. Menerima keadaan dan berterima dengan masa lalu.
Apapun yang kamu putuskan hari ini, jangan pernah menyesalinya.
Lisa menutup wajahnya dengan kalut. Dua garis hasil tes di tangannya bukan hasil yang pertama. Ini sudah alat ke lima.
Jawaban dari orang-orang di internet membuatnya makin bingung. Ia tak tahu bagaimana harus menyelesaikan masalah ini.
Lelaki yang harusnya ada di sisinya saat ini sudah pergi ke luar negeri, melanjutkan pendidikannya. Sementara Lisa termenung dengan alat kecil di tangannya.
“Sekarang harus gimana?” Lirihnya frustasi.
Ia masih harus menyelesaikan ujian nasional dalam dua bulan. Masih juga harus memiliki masa depannya sebelum memikirkan masa depan calon anaknya.
Lisa takut dan ia lebih takut untuk berbagi.
🌼🌼🌼
Preview untuk yang akan datang
-mel
