Tatapan mereka kembali bertemu. Kali ini terputus sebab si perempuan harus menyapa temannya. Keduanya menutup senyuman dalam hati malu-malu.
"Sa, liat catatan Sejarah." Pinta Winwin sambil makan cokelat pasta. Lisa menoleh dan memberikan catatan Sejarah miliknya. Winwin langsung nyengir dan memberikan wafer cokelat. "Nih, tar gue balikin. Makasih seyeng."
"Sayang lo murah." Cibir Lisa sambil melangkah ke kelas. Tangannya membuka bungkus wafer dan menaiki tangga menuju kelas. Matanya melirik, ke arah kelas 12 IPS 2 yang ramai. Sedang jam istirahat dan kakak kelasnya berkumpul di depan kelas. Kebiasaan 12 IPS 2, berkumpul untuk menentukan yang akan membeli gorengan.
Lisa hanya melirik sekilas, sekali lagi tatapannya bertemu dengan Rowoon. Tak ada senyum atau anggukan yang ditukar antara keduanya, hanya saling menatap kemudian terputus. Lisa menaiki tangga menuju kelasnya. Hari ini seperti biasa, hanya bisa memandang dari kejauhan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari Rabu dan seperti biasa, kelas 10 dan 11 akan melaksanakan Pramuka sedangkan kelas 12 pendalaman materi. Lisa sedang melakukan perenggangan saat matanya tak sengaja menatap ke arah kelas 12 IPS 2. Rowoon sedang berdiri di sana, menatap ke arahnya. Kali ini ada yang berbeda, seakan saling menunggu salah satu tersenyum atau menyapa. Namun, sekali lagi terputus tanpa ada interaksi.
Hari itu berlalu dengan jantung Lisa yang berdebar cepat. Besoknya, di hadapannya ada anak kelas 12 IPS 2. Memegang sebuket bunga dengan wajah malu-malu. Tatapan Lisa terarah pada Rowoon. Keduanya saling menatap, seolah ingin mengatakan sesuatu namun tak ada yang bergerak. Lisa berharap Rowoon akan maju sementara Rowoon berharap Lisa akan menolak. Tatapan keduanya terputus tanpa ada yang memulai interaksi.
"Lisa, gue suka sama lo. Mau jadi pacar gue gak?" Pertanyaan itu bukan datang dari Rowoon, tetapi Yuta.
Sekali lagi Lisa menatap ke arah Rowoon, namun kali ini berbeda. Rowoon tak sendiri, seorang gadis menggandeng tangannya. Lisa tahu pada titik ini mereka tak memiliki kesempatan. Ia meraih buket bunga dari tangan Yuta. "Aku belum suka Kakak, tapi kalau Kakak gak masalah-"
Ucapannya terhenti dengan Yuta memeluknya erat. "Aku bakal berusaha bikin kamu suka aku."
Bagi Lisa itu cukup. Sekali lagi ia bertatapan dengan Rowoon. Ada keinginan yang tertahan dalam pandangan keduanya. Namun, sekali lagi tak ada yang berusaha untuk memulai. Pada akhirnya, kisah mereka berakhir sebelum ada yang memulai.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.