prolog

4.5K 293 4
                                        

Tubuhnya ia dudukan pada kursi meja belajar.

Netra hitamnya memandang teduh didepan kanvas miliknya.

Bibir pucat itu tersenyum, sembari ikut merapalkan sebuah lagu favoritnya yang ia dengarkan melalui earphone miliknya.

Matanya yang sayu, menandakan ia tidak tidur semalaman.

Tangan-nya terjulur, mengambil kotak cat untuk seni terbaiknya.

Kini, hujan menjadi teman seorang remaja yang sedang fokus menyelesaikan karyanya. Lukisan itu semakin indah kala lelaki itu mewarnainya, bibirnya tertawa getir. Tanganya berhenti sejenak.

"Maaf..."

"Aku gak bisa jadi pelangi, gue minta maaf" katanya lolos.

Tangisnya pecah untuk kesekian kalinya. Bibir itu bergetar, tidak mampu menahan isakannya.

Kembali menatap lukisan-nya, bibir itu kembali berbicara.

"Selamat Ulang tahun Chi,"

"Gue, kangen sama lo."

-----o0o-----

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-----o0o-----

Autis Boy✓ | PerthChimonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang