Lanjutan bab sebelumnya, selamat membaca Melihat jokdro yang tertidur Membuat merasa sangat bersalah,sambil memegang tangan kedua sahabatnya tiba-tiba saja pikiran Roni melayang pada awal saat mereka mengalami sakit Flashback Pada suatu pagi Ada suara yang sangat-sangat histeris disaat semua orang tertidur dengan puasnya namun berbeda dengan Joko dan Indro mereka sangat hestris dan ketakutan. Hingga suara teriakan itu membuat Roni terbangun dari Tidurnya dan langsung lari menuju kamar Adik Abang tersebut di sana Roni sudah melihat kondisi kamar dan kondisi fisik yang sangat-sangat berantakan di sana juga hanya ada air mata untuk menggambarkan Betapa sakit hatinya mereka berdua, melihat kondisi kamar kondisi fisik dari Joko maupun Indro yang sudah sangat sangat berantakan membuat Roni langsung menghampirinya Di bawanya Adik Abang tersebut menuju kasur dan menghapus air mata yang ada di pipi maupun pelupuk mata mereka berdua, rambut yang berantakan barang-barang yang sudah pecah membuat Roni merasa sangat sangat sedih melihat perbedaan Adik Abang tersebut Joko dan Indro yang biasanya ceria kini berubah menjadi Joko dan Indro yang memiliki depresi berat. Selama 15 hari Joko dan Indro hanya mengurung diri di dalam kamar makan pun hanya satu lembar Roti Plus susu yang membuat Roni semakin sedih adalah itu mereka hanya hidup tanpa sosok Gino dan juga Lily Akhirnya Roni memutuskan untuk membawa Joko dan Indro itu ke dokter kemudian setelah diperiksa dokter mengatakan bahwa memang benar Joko dan Indro mengalami depresi dikarenakan sakit hati yang disebabkan oleh Roni Sudah beberapa kali membentak Joko maupun Indro secara tidak sadar Sikapnya yang egois ternyata berdampak seperti ini dia membuat Adik Abang satu ini mengalami depresi berat Sejak hari itu Roni pun mulai menjaga perasaan Joko dan Indro..... See you the next Part
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.