[11] Painful Rejection:<

9 1 0
                                    

~•Penolakan Yang Menyakitkan•~

Di kelas, Eljootha memanggil Arleo.

"Apa mau mu? " Tanya Arleo dengan membentak.

" hanya karena kau murid baru,bukan berarti kau itu istimewa"

"Apa maksudmu? "

"Entahlah, Bagaimana Menurutmu? Akhir-akhir ini kau terlihat dengan Lessyna"

"Lalu? "

"Dengar yang baru ,kau itu tidak pantas berada di sisi Lessyna hanya karena kau selalu menghiburnya bukan dia akan menyukaimu"

"Dengar ya, Eljootha? Kau bukan siapa-siapa aku atau Lessyna. Kau pikir kau siapa? "

" Aku adalah orang yang menyukai Lessyna dan pada akhirnya akulah yang menjadi Mentari bagi Rembulan"

"Begitukah?kau terlalu pede"

"Dan kau juga sok keren, bukan?"

Istirahat, Lessyna dan Jeina sedang jalan-jalan lalu duduk tiba-tiba Lessyna bertanya.

"Jeina, Apa yang terjadi jika aku lenyap? "

" aku tidak menduga itu, tapi juga terjadi aku pasti sedih"

"Aku juga"

Besok pulang sekolah Arleo mengajak Lessyna untuk pergi ke suatu tempat. di tujuan ,di gunung seperti ada lembah, Sungai yang airnya jernih.

" tempat apa lagi ini? "

" aku menyebutnya "Lembah kedamaian" Ayolah aku hanya ingin menghiburmu"

" Kenapa kau menghiburku? "

" entah lah, mungkin aku mulai nyaman denganmu"

" Sebenarnya aku sangat ingin dihibur tapi kau tidak bisa seperti ini terus padaku"

"Kenapa? "

" itu karena kau membuatku tidak nyaman"

Di rumah ,Lessyna sedang memikirkan kelenyapannya nanti tiba-tiba bel rumah Lessyna berbunyi pelayan rumah mengatakan bahwa seseorang ingin menemui Lessyna menyuruhnya masukan ternyata itu adalah Eljootha. beberapa menit kemudian ,pelayan rumah mengantarkan teh lalu pergi.

"Jadi... Kenapa kau ke sini? " Tanya Lessyna.

" Ada yang ingin aku bicarakan denganmu"

" katakan saja . Apakah ini mengenai nilai kerja kelompok kita? "

" bukan ,ini tentang perasaan kita"

" perasaan kita? "

" Aku menyukaimu aku tidak bercanda"

Lessyna kaget dengan Pupil matanya yang membesar.

" karena awal pertemuan kita kau memang mudah memikat hati seseorang tapi aku tidak. aku hanya sibuk merenungkan masa depan, apa yang ada di depanku. kau menolongku, kau tersenyum padaku, kini aku menjadi pria yang terikat olehmu. saat Arleo datang aku cemburu melihatmu dekat dengannya aku pikir aku hanya menyukaimu tapi ternyata aku juga menyayangimu".

" aku juga"

Eljootha yang mendengar terkejut

" aku juga menyukaimu aku tidak nyaman saat di dekat Arleo meski dia hanya menghiburku .karena aku hanya nyaman saat di dekatmu"

Besoknya,Lessyna dan Eljootha terlihat dekat. saat Lessyna sendirian, Daensoo datang  mendekati Lessyna dan Daensoo mengajak Lessyna ke belakang sekolah. mereka mengobrol dengan serius.

" kau benar-benar harus menjauh, Less... "

" tapi...,  kenapa?..."

" karena waktunya di sini sudah tak lama lagi"

" Memangnya Berapa lama lagi? "

" 1 minggu"

"Apa? Itu Terlalu cepat?! "

" Aku tidak tahu. Jaga perasaanmu dan jarak terhadap orang-orang di sini. kau harus mempersiapkan diri, lupakan kenangan-kenangan yang terjadi di sini,kau Faham? "

" aku paham, kau tidak sedih aku pergi? "

"Itu... aku juga sedih, tapi aku harus menahannya jika tidak waktumu di sini akan mengurang"

" jangan menahan pada akhirnya aku akan tetap pergi,  ya kan? "

Di kelas arlio mengirimi surat di surat tertulis:

~" Lessyna,Sebenarnya aku menyukaimu .Sejak pertama aku bertemu denganmu aku tidak tahu perasaanmu ,namun saat di dekatmu Aku terasa nyaman.aku bertanya tanya pada diriku.jika hatimu belum dimiliki seseorang aku akan mengisi dan menjadi pemilik Hatimu tapi jika hatimu sudah ada yang lain maka tadi malam aku sebagai seorang teman yang pernah terpikir olehmu"~

Lessyna mengerti namun ia tertekan, dua orang menyukainya namun hanya satu yang terpilih.saat Istirahat, Lessyna memanggil Arleo ke Rooftop(atap) .

"Maafkan aku Arleo, Hatiku tidak ada yang punya dan Ada yang punya. Namun, aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu, karena harus pergi"

"Pergi? Kemana? "

"Aku tidak bisa menjawabnya, tapi untuk terakhir kalinya, jangan cari aku"

Lessyna Langsung Meninggalkan Arleo.

Sang Mentari Untuk RembulanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang