Kisah singkat Taehoon bersama para semenya.
Dilarang copas karya ini. Book ini memuat konten 18+, 21+, NC. Harap membaca dengan bijak. Tidak ada sangkut pautnya dengan How To Fight. Gue cuma minjam karakter dari Park Taejoon.
#1 in Sungjoon - 16.12...
JANGAN JADI SILENT READER! Minimal vote kalau nggak bisa komen.
🔞MABAR🔞
Taehoon masuk ke dalam restoran Jepang milik. Lalu memandang satu per satu anggota XJ Company yang ada di dalamnya.
"Selamat datang.. loh, Taehoon? Tumben datang ke sini." Seorang pria muda berambut panjang diikat menyambut kedatangannya dengan keheranan.
Taehoon memang jarang mengunjungi tempat ini karena biasanya ia berkunjung bersama Hobin yang cari masalah. "Cih, gue nggak boleh ke sini ya.." ucapnya.
"Eh, bukan gitu. Sini-sini duduk dulu.." Pria muda berambut panjang diikat itu menyangkal kemudian mempersilahkan Taehoon untuk duduk di salah kursi yang tersisa.
"Hm~ Sungjoon cuma bersikap manis ke orang manis saja," celetuk seorang yang memiliki tatto di wajahnya, Lee Jinho.
Sungjoon merotasi bola matanya kemudian menatap Taehoon yang duduk di samping Jisoo yang terlelap, ia menumpukan kepala ke kedua tangannya yang terlipat. Dia memang sering tertidur dimanapun tanpa pandang tempat. Mau di rumah, tempat latihan, atau restoran, dirinya pasti bisa tidur dengan nyenyak.
Sungjoon sampai terbiasa melihat pemandangan itu. Jadi, dia tak heran jika Jisoo sering telat rapat. Itu pasti karena ia menyempatkan diri untuk tidur.
"Hoon, kamu makin cantik aja," goda Yeonwoo sembari mengedipkan sebelah mata.
Taehoon bergidik. "Kutu buku ini masih genit aja, nggak laku ya?" cibirnya.
Sungjoon dan Jinho tergelak mendengarnya. Sementara Yeonwoo merenggut. "Ah, lo nggak seru!" sungutnya seraya memeluk tubuh Taehoon.
Plak.
Itu bukan Taehoon yang mukul, tapi Jisoo yang sudah terbangun dari tidur manisnya. Dia merasa terganggu dengan tawa mereka. Apalagi saat membuka mata langsung disuguhkan pemandangan pacarnya yang dipeluk oleh panda.
Taehoon pacarnya, miliknya. Nggak boleh satupun orang yang boleh menyentuh kekasihnya seenak udel kalau tidak mau cacat seumur hidup.
"Mau mati?" ancamnya.
"Santai, santai.. dibawa calm down, boy," balas Yeonwoo sembari menjauh dari sisi kekasih temannya. Dia nggak mau dibuat cacat sama sleepy boy.
"Sleepy boy udah bangun?" tanya Taehoon dengan nada lembut. Berbeda 360° kalau bicara sama yang lain, udah kaya simulasi berantem.