Wendy menghentikan mobilnya di depan rumah Irene, dia melangkah keluar membukakan pintu untuk Irene, setelah itu dia mengambil belanjaan Irene lalu memberikan nya ke Irene.
"Makasih Rene"- ucap Wendy."Kok Lo sih yang bilang makasih"- ucap Irene.
"Gak apa-apa gue seneng bisa jalan sama Lo"- ucap Wendy.
"Kita kan gak jalan"- ucap Irene, Wendy tercengir dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hehehe yaudah gue duluan yah"- ucap Wendy salah tingkah, Irene mengangguk Wendy terus menatap Irene.
"Wen ada yang ketinggalan?"- tanya Irene, Wendy menggeleng dia mulai melangkah.
"Wendy!"-Cup~
Wendy terdiam mematung saat Irene baru saja mencium pipinya, detak jantung Wendy berdegup kencang.
"Makasih udah anterin gue"- ujar Irene dia melangkah masuk ke rumah nya."YESSSS!!!"- teriak Wendy.
"Woy siapa itu!!"- terdengar suara tetangga sebrang, Wendy berlari masuk ke dalam mobil nya lalu pergi meninggalkan rumah Irene.
Di gerbang, Irene tersenyum entah kenapa saat mendengar teriak Wendy tadi dia begitu senang, Irene pun melangkah masuk ke dalam rumah nya.
-
-
Dua hari kemudian
Kini semua murid kelas sepuluh dan sebelas sudah berkumpul di tengah lapangan menggunakan baju Pramuka nya.
"Kak Wendy nanti aku barang duduk nya sama kakak yah"- ucap Yuna."Boleh aja"- ucap Wendy.
"Aaa senang banget bisa camping bareng kakak"- ucap nya lagi menyandarkan kepalanya di bahu Wendy tiba-tiba tubuh Yuna di singkirkan oleh Winter.
"Yehh gue sama kak Wendy, iya kan Kakak?"-
"Kakak kan udah janjian kemarin sama aku"- ucap Winter."Dih gak bisa! kak Wendy sama aku iya kan kak"- ucap Yuna.
"Udah stop kalian itu gak bisa satu mobil sama kak Wendy, orang bus kita beda"- ucap Karina.
"Yaaaahhh"- ucap keduanya kecewa.
"Kan nanti bisa bareng di tempat camping nya, nanti kak Wendy nyanyiin lagu buat kalian"- ucap Wendy.
"Yeyyy ok deh gak apa-apa"- ucap Yuna dan Winter.
Wendy menoleh menatap Irene yang membuang pandangannya, dia tersenyum menatap Irene yang
fokus menatap ke depan, karena kakak pembina sedang memberi arahan."Jadi sampai sini sudah mengerti?!"- tanya kakak pembina.
"Ngerti kak!!"- jawab semua siswa dan siswi.
"Baik kalian silahkan masuk ke bus masing-masing, yang sudah di tentukan tadi, jangan ada yang dorong-dorongan"- ucap kakak pembina, semua murid mulai melangkah ke empat bus, barang-barang semuanya sudah di masukan ke dalam bagasi busnya.
Wendy menatap Irene, yang terdesak oleh anak-anak, dia menarik tangan Irene sehingga Irene menabrak tubuh nya.
"Lo gak apa-apa kan? Soalnya gue liat Lo gak nyaman di tengah-tengah mereka"- ucap Wendy, Irene mengangguk."Makasih Wen"- ucap Irene, Wendy menyuruh Irene terlebih dahulu ke dalam bus nya lalu di susul oleh dia.
Saat di dalam Wendy menatap kursi Irene yang sudah terdapati Minhyun di sana.
"Wendy di sini"- ajak Bo-gyeol, Wendy tersenyum dia melangkah menghampiri Bo-gyeol ia mendudukkan dirinya, kursi dia dan Irene berseberangan."Anak OSIS juga di sini?"- tanya Wendy, dia menyimpan tas pribadi nya, lalu dia membuka jaket nya.
"Iya tadinya di bus guru-guru, tapi kata pak Herman disuruh mantau anak-anak, aku sama Minhyun kebagian di sini, ada pak yoga juga ko di sini perwakilan gurunya"- jelas Bo-gyeol, Wendy mengangguk mengerti.

KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE
Random"Aku hamil dan usia kandungan aku sudah satu bulan"- "Kita gugurin kandungan ini"-