Chapter 6

1.1K 161 19
                                        

- Chapter 6 -

Jika kalian berpikir Minho akan melarikan diri ke apartemen Felix, kalian salah, nyatanya Minho melarikan diri dengan menginap di sebuah hotel. Ya, dia juga sejujurnya merasa bersalah meninggalkan Jisung dan Jiho, tapi Minho berpikir untuk memberi Jisung pelajaran, setidaknya sampai Jisung mau mengakui kesalahannya.

Malamnya dia habiskan dengan meminum alkohol ditemani teman lamanya. Seo Changbin.

"Lo nginep sini, Bin. Temenin gue."

Mata Changbin membulat.

"Lo gak berubah haluan kan, Ho? Jangan bilang lo jadi suka sama gue sekarang?"

Lemparan bantal di wajah Changbin menjadi jawaban dari Minho.

"Sialan."

Sebenarnya Changbin sudah menasehati Minho kalau yang dia lakukan ini salah. Apa bedanya dengan Minho melarikan diri? Tapi Minho bersikeras kalau dirinya tidak melarikan diri, melainkan tengah memberi istrinya pelajaran. Changbin sudah lelah dan akhirnya menyerah.

"Selingkuhan loㅡ"

Changbin menghentikan ucapannya saat Minho meliriknya dengan tatapan tajam.

"Oh, sorry. Maksud gue, Felix. Dia tau lo kabur dari rumah lo?"

Ck, padahal menurut Changbin apa bedanya Felix dengan selingkuhan. Minho kan memang sudah memiliki istri sah.

"Yang tau gue disini cuma lo doang, jadi jangan sampe mulut lo itu ngebocorin ini kemana-mana. Ngerti?"

"O-oke."

Ya biarkanlah untuk saat Minho menjadi egois. Biarkan dia melakukan apa yang menurutnya benar.

.

.

.

Pagi hari Minho terbangun karena ponselnya bergetar tanpa henti, jujur saja itu membuat tidurnya terganggu. Saat Minho bangun, Changbin sudah tidak ada disana. Entahlah Minho juga tidak peduli Changbin kemana, dia bukan anak kecil yang harus Minho khawatirkan.

Melihat layar ponselnya yang menunjukkan kata 'Jeongin'. Minho menyernyit, ada apa Jeongin meneleponnya pagi-pagi.

"Ya, Je?"

"Kak, pulang sekarang. Kakak harus liat apa yang terjadi di rumah kakak."

Baiklah, mungkin benar kata Changbin, Minho tidak boleh melarikan diri seperti ini. Mungkin ini saatnya Minho untuk kembali. Walaupun hanya pergi sebentar, semoga saja sudah menjadi gertakan untuk Jisung.

Minho sampai di rumahnya yang memakan waktu hanya sekitar dua puluh menit dari hotel. Minho tidak membawa kopernya, masih ditinggal di hotel. Biar saja, untuk saat ini Minho sedang terburu-buru.

Membuka pintu rumahnya dan tidak menemukan siapapun, Minho mendengar suara dari arah dapur.

"Astaga!"

Dapurnya sangat berantakan. Pecahan kaca berserakan dimana-mana. Semua barang-barang seperti terlempar dan beberapa ada yang hancur. Terlihat Jeongin disana sedang merapikan kekacauan yang entah siapa pelakunya.

"Je, ini ada apa?"

"Dengerin kak, ini aneh. Aku bingung, jujur. Kak Jisung pagi-pagi tadi telepon aku, dia bilang dia kaget saat dia bangun, dapur sudah berantakan seperti ini. Aku langsung datang, aku takut ada penjahat yang menyelinap masuk, apalagi kak Ji bilang kalau kak Minho kabur. KABUR. Maksud kakak kabur itu apa? Kakak mau lari dari tanggung jawab hah?"

KIMI - Minsung Horror StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang