Chapter 12

1.1K 137 1
                                    

- Chapter 12 -

Hari ini cuaca sangat cerah, begitu juga senyuman yang terpatri di bibir Jiho. Jiho senang sekali hari ini mama nya pulang dari rumah sakit. Ya, setelah satu bulan lebih terbaring di rumah sakit, akhirnya Jisung bangun dan kini sudah boleh kembali ke rumah.

Kondisi Jisung masih belum sepenuhnya pulih, dia masih harus duduk di kursi roda, Jisung juga mengalami patah tulang, dia harus rutin melakukan terapi agar bisa kembali sehat seperti dulu. Dia juga harus melakukan check up rutin untuk memeriksa luka di kepalanya.

Minho sudah memperingatkan Jiho sebelumnya kalau Jiho tidak boleh nakal dan merepotkan mama nya, karena mama nya masih belum sembuh total.

Jika bercerita tentang bagaimana Jisung bisa sadar dari koma nya, Minho lagi-lagi berpikir kalau itu tidak masuk akal.

Saat itu, Jiho tiba-tiba bilang kalau Kimi ikut dengannya dan ingin menjenguk Jisung. Minho tentu saja khawatir, dia takut hal itu justru akan mencelakai Jisung. Tapi Jiho mengatakan kalau Kimi akan membantu Jisung bangun.

Minho tidak percaya begitu saja, dia menghubungi Hyunjin, dan Hyunjin berkata tidak apa-apa. Setelah itu, Minho baru menyetujui permintaan Jiho.

Entah apa yang dilakukan Kimi, Jisung tiba-tiba menggerakkan jari-jari tangannya, setelah itu tak lama kemudian matanya terbuka perlahan.

Jiho tersenyum bahagia, sementara Minho menganga tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kemarin baru saja dokter mengatakan kalau harapan Jisung untuk bangun sangatlah kecil.

Minho segera memanggil dokter, dokter memeriksa keadaan Jisung. Dokter itu kemudian tersenyum dan berkata, ini benar-benar sebuah keajaiban, kondisi Jisung baik. Saat itu tubuh Minho merosot, bersimpuh di lantai dengan tangisan bahagia. Minho tidak henti-hentinya berucap, terima kasih Tuhan.

Hal yang lebih aneh selanjutnya adalah, saat Jisung bercerita tentang bagaimana dia bisa tersadar dari koma nya.

Jisung bilang dirinya terkurung di sebuah labirin, entah berapa lama dia mencari dan terus mencari jalan keluar, tapi Jisung tetap tidak bisa menemukannya.

Hingga saat Jisung menyerah, menangis sendirian, seorang anak perempuan bergaun putih datang menghampirinya. Anak itu mengulurkan tangannya pada Jisung.

Jisung bertanya, "Kamu siapa?"

Anak itu tidak menjawab dan hanya tersenyum padanya. Anak itu sangat cantik, senyumnya begitu manis, Jisung bahkan berucap dalam hatinya, jika dia diberi kesempatan untuk mempunyai anak perempuan, dia berharap anaknya nanti akan se-cantik anak itu.

Karena Jisung merasa dia mendapat seorang teman disana, Jisung menerima uluran tangan anak itu. Setelah itu Jisung terkejut, anak itu membawanya berlari, Jisung hanya mengikuti kemana anak itu membawanya pergi. Cukup jauh, hingga Jisung melihat sebuah cahaya.

"Itu jalan keluarnya!" Jisung berseru. Dia sangat senang.

Itu benar-benar jalan keluar dari labirin itu. Jisung tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia berhasil keluar darisana, tapi pastinya itu akan lebih baik daripada dia terjebak selamanya di dalam labirin.

Dan setelah mereka sampai tepat di pintu keluar itu, Jisung merasa tangan anak itu terlepas, dan cahaya yang sangat menyilaukan membuatnya menutup mata. Hingga saat Jisung kembali membuka matanya, dia menemukan Minho dan Jiho yang menatapnya, mengedarkan pandangannya, Jisung menemukan dirinya berada di kamar rumah sakit.

Kembali pada Jiho, anak itu berlari keluar dari gedung sekolahnya, menghampiri sang paman yang sudah menunggunya diluar.

"Aduh, seneng banget nih kayanya."

KIMI - Minsung Horror StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang