Mereka mengecek keadaan di luar, karena suara jam waker yang sudah berhenti jadi banyak zombie berkeliaran dimana mana, melihat itu mereka memutuskan untuk kembali melempar jam weker ke arah luar dan lari sejauh mungkin.
Setelah menyusun rencana, mereka bersiap siap dengan senjata mereka masing-masing, Bima memegang pedang panjang di tangannya, Riyan dengan pisau panjang, Bayu dengan kapak, Bagas dan Al dengan pipa besi, sedangkan Cika menggunakan pisau cadangan yang di bawa Riyan.
Setelah semua siap Bima menyetel alarm di jam waker dan melemparkan jam itu keluar jendela. Setelah mendengar suara jam waker zombie-zombie di luar langsung berlarian ke arah jam. Melihat itu mereka langsung keluar dan berlari ke arah rumah Bima dan Riyan tidak lupa menyerang zombie yang menghampiri mereka.
Ketika hampir sampai tiba-tiba dari kejauhan mereka mendengar seseorang meminta tolong. Dari kejauhan mereka melihat seorang wanita yang berlari kearah mereka sambil membawa segerombolan zombie.
"Sial" Tanpa sadar Bima mengumpat, tanpa pikir panjang dia langsung menarik tangan Riyan untuk menjauh dari sana, melihat Bima yang berlari ke arah lain, Bayu dan teman-temannya mengikutinya dari belakang.
Wanita itu yang melihat orang-orang yang ia teriaki pergi menjauh pun mempercepat larinya.
"Bima kenapa kita lari? Kita harus menolong wanita itu" Riyan bertanya, dia sudah sangat kelelahan sekarang.
"Tidak, kita tidak akan menolongnya" Bima menjawab pertanyaan Riyan, dia tidak akan menolong wanita itu, karena wanita itu adalah salah satu karyawannya yang sangat Bima tidak suka lagi pula wanita itu membawa banyak zombie bersamanya.
Mendengar itu Riyan hanya bisa diam, namun tiba-tiba Cika tersandung dan terjatuh dengan keras di aspal, kakinya terkilir dan tidak bisa bangun, melihat itu Bayu, Bagas dan Al langsung menolong Cika. Bima lupa jika sekarang dia memiliki perempuan di kelompoknya, dengan terpaksa dia menghentikan larinya. Namun dari belakang dia bisa melihat wanita itu semakin mendekat dengan zombie di belakangnya.
Mau tidak mau Bima menembakkan peluru ke arah zombie-zombie itu.
"Cepat cari tempat berlindung" Bima berteriak sambil terus menembaki peluru ke arah zombie.
Mendengar itu Bagas langsung menggendong Cika dan berlari ke arah bangunan kosong didekat situ, sedangkan Bayu dan Al mengikuti dari belakang.
"Bima ayo lari" Riyan menarik baju Bima dengan kencang, mengajaknya untuk lari bersama. Namun Bima hanya diam sampai akhirnya wanita itu berlari melewatinya baru Bima menyudahi tembaknnya dan menarik tangan Riyan untuk lari.
Setelah semua masuk bangunan, Bima langsung menutup pintu dan menghadang pintu agar zombie tidak masuk.
"Bima, ternyata itu kamu, terimakasih karena telah menyelamatkanku" Wanita itu berterimakasih sambil memeluk Bima dengan mesra.
Riyan yang melihat Bima yang dipeluk oleh orang lain merasa hatinya sakit, entah kenapa ada rasa takut di hatinya. Melihat itu Riyan langsung berbalik dan menghampiri Cika yang terkilir.
Bima yang dipeluk seperti itu langsung melepas paksa pelukan itu.
"Jesica apa-apaan kau ini" Bima berucap marah dengan sikap Jesica, dia takut Riyan melihat ini dan marah padanya.
Bima melihat kearah Riyan, dia sedikit lega karena Riyan tidak melihatnya, tanpa tahu bahwa Riyan telah melihat semuanya.
Karena semua sudah tenang akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar. Namun Riyan tidak duduk bersama Bima, tapi duduk bersama Bayu dan teman-temannya. Sedangkan Bima terus ditempeli oleh Jesica.
"Bisakah kau melepaskan ini? " Bima menatap Jesica dengan tajam, namun orang yang di tatap malah tidak peduli dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Memangnya kenapa, apakah akan ada yang cemburu? Lagian juga disini hanya ada anak-anak SMA dan juga aku adalah kekasihmu" Jesica tanpa tahu malu mengatakan itu dengan keras, Riyan yang mendengar itu langsung menengok ke arah Bima menatapnya dengan mata kecewa. Bima yang mendengar itu semakin marah dan mendorong Jesica dengan kasar.
"Itu dulu, sekarang kau bukan siapa-siapa, dan aku juga sudah memiliki kekasih"
"Kekasih? Siapa? Pria yang disana? Apa bagusnya pria itu? Masih cantikan juga aku, lihat dia kurus sekali, apakah dia bisa memuaskanmu? Jangan-jangan dia itu jalang yang hanya ingin mendekatimu" Jesica menunjuk Riyan dengan tampang meremehkannya.
Tanpa disadari Riyan sudah ada di depannya dan menampar pipi Jesica dengan keras. Dan menatap Bima dengan dengan sedih dan kecewa. Bima yang ditatap hanya bisa terdiam, ini pertama kalinya Riyan menatapnya seperti itu, hatinya terasa sakit.
"Apa-apaan kau ini" Jesica yang tidak terima ditampar pun meneriaki Riyan, tangannya sudah diangkat untuk membalas tamparan Riyan. Namun belum sampai tangannya mengenai Riyan, tangannya sudah ditahan oleh Bima dengan kuat.
"Akh, lepaskan" Jesica memberontak karena tangannya terasa sakit.
Riyan meninggalkan Bima dan pergi kearah Bayu. Riyan tidak melakukan apa-apa, dia hanya duduk, tersenyum lalu mengobrol seakan kejadian tadi tidak pernah terjadi.
Setelah beberapa saat semuanya diam, hari semakin sore dan mereka memutuskan untuk menginap disini.
Riyan memanggil Bima untuk berkumpul dan makan bersama. Riyan mengeluarkan persediaan makanannya dan membagikannya secara merata. Karena bekalnya sebelumnya sudah pernah di makan, jadi hanya sisa sedikit makanan yang tersisa dan Riyan tidak bisa menggunakan sistemnya karena takut yang lain akan tau.
Ketika semua sudah mendapatkan makanan masing-masing, mereka makan dengan tenang. Setelah makan mereka memutuskan untuk met istirahat dan melanjutkan perjalanan besok.
Tbc

KAMU SEDANG MEMBACA
All Rich Man Love Me
FantasyPerjalanan Riyan bersama orang-orang terkaya menghadapi hari akhir