‼️🔞🔞❌
Cellyne Adellina, seorang gadis berusia 19 tahun, hidup dengan beban yang terlalu berat untuk usianya. Kedua orang tuanya menghilang tanpa kabar sejak ia masih bayi, meninggalkannya dalam asuhan nenek yang kini sakit-sakitan dan bibinya yang...
"Aku menyesal sudah mempertahankanmu" Ucap Arken lalu berjalan meninggalkan tempat itu
Pov Cellyne
"Oh iya aku duluan ya,ada urusan di suatu tempat" Ucap Rey lalu berdiri dan meninggalkan Cellyne dan Arven
"Cellyne sebaiknya kita kembali ke ruangan ada yang ingin saya bicarakan" Ucap Arven lalu ia berdiri dan berjalan menuju ke dalam kantor diikuti oleh Cellyne
Sesampainya mereka di ruangan Arven.Arven duduk di sofa ruangannya.
"Kemari"
Cellyne menghampiri Arven dan duduk di sebelah Arven.
"Ada apa denganmu?" Tanya Arven
"Kekasih saya" Cellyne kembali terdiam
"Ada apa dengan kekasihmu?"
"Kekasih saya mengh-" Cellyne jatuh pingsan.Dengan sigap Arven membawa Cellyne ke dekapannya.
Arven membawa Cellyne ke kamar yang berada di ruangannya.
"Aku yakin kamu bisa menghadapi ini sayang" Ucap Arven lalu membaringkan tubuhnya di kasur yang sama
Arven merasa sangat lelah hari ini,sehingga ia terlelap.
1 jam kemudian seseorang masuk kedalam ruangan Arven dan mencari keberadaan Arven.
"Dad...daddy....daddy dimana" Ucap seorang lelaki yang tak lain adalah Arken
"Apa mungkin daddy di kamar?"
Arken berjalan mengecek di dalam kamar dan benar saja,Arken melihat ayahnya yang tertidur pulas bersama kekasihnya.Arken memotret kebersamaan itu lalu pergi meninggalkan mereka.
"Aku benar-benar kecewa padamu Cellyne" Ujar Arken lalu dia memasukkan handphonenya kedalam saku jasnya
Arken berjalan menuju ruangan dimana ia bertemu Velin
"Vel" Panggilnya
"Apa lagi Arken"
"Aku akan bertanggung jawab"
"Benarkah?" Tanya Velin dan Arken mengangguk
"Besok datanglah ke rumahku dan minta restu pada mereka" Pinta Velin