10 a.m, seorang siswa senior jurusan design berhasil menyusup ke kelas modeling. Sasuke yang tengah fokus memperhatikan dosen dikejutkan oleh jari yang menyentuh punggungnya. Naruto tersenyum jenaka, melambaikan telapak tangannya ringan sambil menyapa.
"Hai"
Sasuke sedikit terkejut dengan datangnya orang tak terduga. Namun ia tersenyum, bagaimanapun sulit untuk kesal pada seniornya satu ini.
Naruto mengeluarkan ponselnya, mengirim pesan pada Sasuke.
_Selesai kelas pukul berapa?
Sasuke melihat jam sebentar lalu membalas pesan.
_15 mnt lagi, ada apa senior?
_Aku sangat bosan~ kelasku dimulai petang #sangatbosan (╯︵╰,)
Sasuke tersenyum tanpa sadar, lalu berbisik pelan.
"Tunggu sebentar"
Naruto mengangguk dan mengirim pesan lagi.
_Ayo pergi ke taman bermain setelah ini (^3^♪
_Baiklah
.
Setelah beberapa saat dosen pembimbing telah selesai menyampaikan materi, kelas akhirnya selesai. Semua bangkit, dosen berdiri di sebelah pintu keluar menunggu semua mahasiswanya keluar. Saat itulah Naruto yang menyelundup tertangkap, dosen itu hanya mengangkat satu alisnya dan bertanya.
"Mau apa di sini anak desain?"
Naruto mengeluarkan senyum sengengesan khasnya lalu merangkul Sasuke yang tepat di belakangnya.
Sasuke yang tiba-tiba dirangkul menjadi mematung sejenak dengan wajah polosnya.
"Saya mau mengajaknya main, jadi saya menunggu kelas selesai, Miss"
Dosen itu hanya menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.
"Selama kau tak ada kelas dan menyebabkan Jiraiya sialan itu mendatangiku untuk mencarimu."
"Tenang saja Miss Sunade, aku tak ada kelas! Sampai jumpa~"
Mereka keluar dengan selamat.
*
Jauh dari sana, pria berambut putih itu mengenakan jubah merah aneh dan memasuki sebuah gedung tua. Tempat yang terlihat tua namun tak ada kesan kumuh, terlihat persis seperti rumah bangsawan kuno. Sesampainya di dalam, ada beberapa pelayan yang menyambutnya.
Berjalan menyusuri lorong, dan tiba di sebuah ruang tamu bergaya klasik dengan seseorang duduk di kursi didampingi pengawalnya yang berdiri di sisi kursi.
"Sudah lama tak kemari, Jiraiya ada masalah apa?" Seorang pria tua berjanggut menyapanya sambil berdiri dari kursi di ruang tamu.
"Aku menemukan yang lain,.. namun ini sangat aneh"
Jiraiya dengan normal duduk di kursi tamu seakan terbiasa. Pria tua tadi kembali duduk, menjentikan jarinya, dan air serta makanan ringan tersajikan secara misterius di atas meja. Melihat itu Jiraiya hanya mengibaskan jarinya dan semua yang tadi muncul hilang kembali.
"Aku tak lapar, aku hanya ingin mendiskusikan masalah penting saat ini."
"Apa yang ingin kau bicarakan, katakanlah perlahan, kau baru sampai."
Jiraiya duduk sambil memijat pelipisnya terlihat lelah. Setelah beberapa saat merenung di rumahnya sendiri, Jiraiya memutuskan untuk bertanya pada masternya.
"Kau tahu Master.. aku merasa jutsuku benar-benar gagal"
"Apa masalahnya kali ini?"
"Aku merasa seseorang memiliki ingatan yang seharusnya tak dia miliki"
Pria tua yang tadinya santai kini terbelalak.
"APA ADA YANG MEWARISI INGATAN SEBELUMNYA?!"
Melihat Masternya yang terkejut, ia menjadi yakin bahwa hal ini di luar prediksi dan kendalinya.
"Aku tidak yakin.. tapi aku merasakan bahwa dia benar-benar mengenaliku saat pertemuan pertama, kukira itu awalnya hanya karena aku cukup ternama di kampus.. namun dia mengenali muridku sejak awal.. ini bukan kebetulan."
"Bagaimana mungkin? Apa kau sudah memastikannya? Seharusnya ingatan tidak terikat dengan jiwanya.. jutsu itu hanya.. apa ada kekosongan chakra saat penggunaan jutsu itu?"
Pria tua dengan gaya nyentrik itu sedikit menjambak ubannya sendiri, frustasi. Jiraiya menghela nafas berat dan menjawab dengan pasti.
"Tidak mungkin, setelah berita kematianku aku telah bersembunyi lama dan.. aku sudah mempersiapkan chakra yang begitu besar dari chakra alam, jika jutsu itu sampai memiliki ketidaksempurnaan, itu berarti ada informasi jutsu yang belum kita dapatkan."
Jiraiya menyandarkan punggungnya dengan lelah.
"Master, bisakah kau meminjamkan perpustakaanmu? Aku ingin mencari lebih banyak.."
"Lakukanlah sesukamu.. aku harap ini tidak akan bertambah buruk"
Setelah mendapat izin, Jiraiya segera berdiri dan menuju ruangan bawah tanah, perpustakaan tersembunyi yang berisi informasi paling rahasia di dimensi ini.
Jiraiya perlahan menyusuri rak-rak buku yang terlihat kuno, mencari kata kunci paling mendekati jutsu terlarang.
'Rahasia pengajuan memori dan jiwa pada inti jiwa yang terakumulasikan jutsu terlarang'
Jiraiya melirik judul buku itu, lalu mengambilnya. Saat ia akan membukanya, sebuah suara dering telepon berbunyi dari sakunya.
Jiraiya menatapnya dan mengangkat telpon.
"Ada apa?"
"Guru, aku ingin bolos kelas petang nanti."
Jiraiya mengangkat alisnya, mempertanyakan alasan murid kesayangannya akan membolos kelas.
"Alasan?"
Suara renyah Naruto terdengar nakal.
"Bermain.."
Jiraiya awalnya akan dengan mudah mengizinkan, lagipula jarang bagi Naruto untuk menjadi senang di hari peringatan pernikahan orang tuanya. Itu sebelum ia mendengar paruh kedua kalimat Naruto.
"..bersama Sasuke dari kelas modeling"
Alis jiraya terjalin, ini memang pasti kesalahan jutsu, memori Sasuke dikhawatirkan ikut dalam jiwanya.
"Baiklah,"
"Terimakasih guru, "
"Tentu, jangan bodoh dan jaga dirimu"
.
Lily: "GUYS! LIBURAN SEBELUM BADAI GUYS! Januari besok langsung kerja bagai kuda~ Btw jan lupa voment~"
KAMU SEDANG MEMBACA
Meet You Again (NARUSASU FF)
Fanfictionff narusasu tapi versi adult nya Jadi gini... Ini tuh kek rofan gitu~ Naruto dan Sasuke yang gak bisa bersatu di kehidupan sebelumnya. Kini bertemu lagi di kehidupan yang berbeda. Apakah mereka akan bersatu kali ini? Atau justru akan kembali ter...
