Hay guys
Aku balik lagi
Hehe
*
*
*
*
Happy ReadingFanya berjalan lesu masuk kearah gerbang rumah nya. Menaiki tangga teras dengan malas, ia melirik 2 pria yang berjaga di kedua sisi pintu besar itu, ia Memberi pertanda pada salah salah satu penjaga tersebut untuk membuka pintu.
Ketika pintu besar itu terbuka, baru lah fanya melangkah kan kembali kaki nya masuk lebih dalam. Matanya menyusuri setiap sudut ruangan.
"Mama!" Panggil Fanya Pada maudi.
"Iya sayang, mama ada di dapur." Sahut Maudi dari arah Dapur.
Gadis itu kembai melangkah masuk kearah Dapur, untuk menemui sang mama, yang terlihat sedang mengotak-atik perlengkapan bahan masakan.
Mendudukkan bokong nya disalah satu kursi meja makan, dan mengambil satu buah apel merah yang tersedia disana.
"Loh, abang kamu mana?" Tanya Maudi, ketika tak melihat putra sulung nya.
"Dirumah sakit. Nemenin temen nya yang lagi sakaratulmaut." Jawab Fanya santai, sambil sesekali menggigit buah apel yang berada ditangan nya.
"Temen nya yang mana?" Tanya Maudi dengan dahi berkerut.
"Anak nya si jupri." Jawab Fanya mulai melantur. Ia butuh asupan gizi, sungguh. Ditambah ia masih kesal dengan Mika dan juga Shaka. Awas saja jika bertemu nantinya.
Mengangkat alis bingung, Maudi menatap Fanya. "Perasaan Abang kamu nggak punya temen, yang nama orang tua nya Jupri deh Fan." Ucap maudi polos.
"Ada kok, itu buktinya ada." Fanya mengatakan itu dengan wajah serius.
Maudi mengangguk saja, mungkin ia saja yang tidak tau.
Setelah menghabiskan buah apel yang ia makan tadi, Fanya bangun dari duduk nya, dan berjalan kearah Maudi, yang sedang mencampurkan adonan terigu dan telur.
"Bikin apa mama cantik?" Tanya Fanya setelah berdiri disamping Mamanya.
Maudi tersenyum lembut. "Mama lagi buatin papa kamu brownies coklat."
"Emang papa udah pulang?"
"Belum, papa kamu minta dibikinin nya semalam. Tapi mama baru bisa sekarang." Jawab Maudi menjelaskan.
Fanya mengangguk. "Aku juga mau bantuin mama bikin brownies." Kata Fanya bersemangat.
Maudi yang sibuk mencampur adonan, berhenti sejenak. Menatap dalam anak tirinya yang sekarang tersenyum manis didepan nya. Maudi ingin, senyum manis itu tidak akan lagi menghilang dari kurva bibir dari gadis bermanik hazel ini.
Maudi tersenyum. "Boleh. Tapi kamu ganti baju dulu."
"Siap laksanakan mama cantik." Pose hormat, mata menyipit, serta kurva bibir yang melengkung sempurna, mampu membuat hati maudi menghangat.
Fanya kemudian naik ke lantai 2, tempat kamar nya berada untuk mengganti baju sekolahnya. Dan setelah itu kembali kedapur untuk membantu 'mama cantik' nya membuat kue.

KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated (On Going)
Teen FictionGausah Follow dulu, kalau menurut kalian cerita nya nggak menarik. Tapi kalau kalian tertarik, Follow dong. Cielah Kaira dan Fanya dua gadis yang bertolak belakang namun disatukan pada suatu kejadian. Fanya gadis yang tergila-gila pada seorang pem...