2 hari berlalu sejak kepergian Yibo malam itu dan pria itu tak pernah muncul lagi, entah dimana Yibo berada sekarang. Yunxi beberapa kali mempertanyakan keberadaan sang ayah pada Xiao Zhan karena ini pertama kalinya sang ayah pergi tanpa berpamitan dulu dengannya.
Awalnya Yunxi mengira Yibo pergi ke kantor sebelum ia bangun, tetapi setelah 2 hari tak mendapat kabar dari sang ayah, ia pun merasa bingung dan memakannya pada sang jiejie. Namun, ia tak mendapat jawaban yang jelas dari lelaki cantik itu.
Pagi ini Yunxi berangkat ke sekolah di temani oleh Xiao Zhan, tak seperti hari-hari sebelumnya, ia masih diantar oleh Jiacheng. Bocah tampan itu melangkah bangga melewati beberapa anak-anak yang juga baru datang. Jangan lupakan tangannya yang menggandeng Xiao Zhan.
Hari ini penampilan Xiao Zhan sedikit berbeda dari biasanya dan itu atas permintaan Yunxi. Bocah tampan itu ingin Xiao Zhan berdandan untuk hari ini dan pemuda itu memilih mengenakan stelan berwarna putih.
Dengan penampilan serta postur tubuh seindah itu, bagaimana Yunxi tidak merasa bangga. Bocah itu menggandeng Xiao Zhan sambil sesekali melirik para orang tua yang memandang kagum kearah Xiao Zhan.
"Jiejie lihatlah, semua orang memandang mu, aku yakin mereka pasti kagum dengan kecantikan mu." Bisik Yunxi pelan.
Xiao Zhan menoleh dengan menatap para orang tua yang memang sedang menatapnya. Ia menoleh kearah Yunxi dengan bibir yang sedikit maju. "Mengapa mereka memandang Gege seperti itu?" Tanya Xiao Zhan.
"Karena kau sangat cantik," ucap Yunxi dengan senyum lebar.
Xiao Zhan menghentikan langkahnya sejenak lalu mengamati pakaiannya. Ia pikir dengan penampilannya saat ini orang-orang akan berpikir kalau dirinya tampan, tapi mengapa Yunxi mengatakan dirinya cantik?
"Bukankah harusnya tampan?" Bisiknya pada Yunxi.
"Ck, entah mata mu yang rabun atau kaca besar di rumah mu itu yang sangat tidak berguna. Kau bahkan tidak bisa melihat kecantikan mu sendiri." Ucap Yunxi dengan kelopak matanya yang mendatar malas.
Xiao Zhan mengernyit tidak suka lalu melepas genggaman tangannya. Ia menatap Yunxi kesal lalu menyedekapkan kedua lengannya di depan dada. "Bukan Gege yang rabun, tapi kau." Bisiknya sambil menunjuk Yunxi dengan raut merajuk.
"Ma, jangan menunjuk wajah Yunxi seperti itu."
Uhuk uhuk!
Xiao Zhan menepuk dadanya karena tersedak liurnya sendiri setelah mendengar panggilan yang di sematkan oleh Yunxi. Pemuda itu menoleh dan mendapati para orangtua memandang kearahnya.
"Yu... Wang Yunxi, apa yang baru saja kau katakan?!" Ucapnya dengan suara tertahan.
Seolah tak terjadi apapun, Yunxi tersenyum lebar lalu menarik lengan Xiao Zhan agar pemuda itu membungkuk. "Mulai hari ini Yunxi akan memanggilmu dengan sebutan Mama, Yunxi senang sekali akhirnya bisa di antar oleh Mama."
Grepp!!!
Yunxi menubrukkan tubuhnya pada Xiao Zhan. Perlahan manik tajam bak milik Wang Yibo itu terpejam kala merasakan hangatnya dada Xiao Zhan.
"Ma... Wo Xiang ni," bisik Yunxi sambil menenggelamkan wajahnya disana.
Xiao Zhan yang masih shock hanya bisa terdiam hingga beberapa saat kemudian ia balas memeluk bocah tampan itu. "Ma... Mama?" Bisiknya yang langsung di angguki semangat oleh Yunxi.
Perlahan Xiao Zhan melepas pelukannya dan menangkap wajah Yunxi. Dapat ia lihat air mata yang menetes di pipi bocah tampan itu.
"Yunxi sangat rindu," kembali bocah itu berucap lirih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eyes, Nose, And Lips
RomanceXiao Zhan, seorang anak lelaki berusia 15 tahun. Sangat mengagumi Wang Yibo, seorang pria berusia 25 tahun. Sosok lelaki dingin yang amat sangat ia kagumi semenjak ia memasuki masa junior high school. Semakin hari perasaannya berubah menjadi lebih...
