Happy reading guys!!!
*
*
*
Senyum lebar tak pernah hilang dari wajah Yunxi. Namun, itu tak berlangsung lama saat merasakan sesuatu yang lembab dan berlendir ditangannya. "Kenapa kotor? Ini telur?" Yunxi menatap tangannya dan jaket Xiao Zhan secara bergantian.
Bocah tampan itu menarik Xiao Zhan agar berjongkok, setelah itu ia menyentuh rambut pemuda itu. "Ma, ini telur. Apa Mama datang kemari setelah memasak? Mengapa banyak sekali telur...," Ucapan Yunxi terhenti saat mendapati noda merah di tangannya. Yunxi kembali menyentuh rambut Xiao Zhan untuk memastikan dan benar saja itu darah.
Yibo melangkah menghampiri Xiao Zhan dan menyentuh kepala pemuda itu. "Kepalamu berdarah, Xiao Zhan." Ucapnya.
Yibo menoleh menatap sekelilingnya dan berhenti pada Lusi yang masih berdiri diam. Tatapannya seolah ingin mengikuti wanita itu hidup-hidup.
"Aku juga sudah memperingatkan agar kau tidak terlalu sering bermain dengan media, sekarang giliran ku yang akan bermain dengan media." Desis Yibo dengan gigi bergemeletuk agar tak terdengar oleh siapapun.Ia memejamkan mata dan membuang nafas kasar dan mulai angkat suara.
"Kau, harusnya memperingatkan pada para penggemar mu untuk tidak melakukan hal seperti ini. Meski kau istriku, aku tidak akan membenarkan apa yang kau lakukan pada Xiao Zhan!" Ucap Yibo dengan suara tegas yang membuat suasana mendadak sepi.
"Minta maaf pada Xiao Zhan sekarang juga," ucap Yibo sambil menatap Lusi.
"Turuti atau aku akan membuka topengmu disini," lirih Yibo marah.
Sebisa mungkin Lusi menunjukkan senyum palsu yang disertai raut panik. "Maafkan aku, mereka terlalu menyayangi ku hingga tak ingin melihatku disakiti, sekali lagi maaf." Ucap Lusi seraya membungkuk di depan Xiao Zhan.
Yibo mengumpat dalam hati saat melihat raut wajah Lusi. 'Manipulatif,' bisiknya dalam hati. Imelirik Yangyang lalu memberi isyarat pada pria itu. "Yangyang...," Panggil Yibo yang langsung di jawab anggukan paham oleh pria bermarga Liu itu.
Yangyang menghampiri Xiao Zhan, sementara Yibo berbicara pada media agar segera pergi dan butuh 10 menit sampai akhirnya para media dan juga penggemar Lusi pergi.
"Kau pergilah,"
"Jangan membantahku, Zhao! Aku sudah cukup baik untuk tidak membuka sifat aslimu." Lanjut Yibo tegas saat melihat Lusi hendak buka suara.
Lusi memejamkan mata karena terkejut dengan bentakan Yibo. Ia mengangguk sambil lalu melangkah menuju mobilnya wajah mengeras menahan marah.
Sementara itu Yangyang masih berusaha membujuk Xiao Zhan. "Mari kita obati luka mu," ucap Yangyang seraya menyentuh bahu Xiao Zhan, tetapi kembali di tepis oleh lelaki berparas androgini itu.
"Tidak perlu, aku akan melakukannya sendiri dan berhentilah mengikuti ku." Ucap Xiao Zhan seraya melangkah lebar menghindari Yangyang.
Selain itu ia sengaja tak mengatakan apapun pada Yunxi karena mulai saat ini ia akan berusaha mengabaikan bocah tampan itu. Ia ingin membuat Yunxi membencinya agar bocah tampan itu tak lagi bergantung padanya.
Nyatanya mengabaikan saja tak membuat Yunxi menyerah. Bocah tampan itu malah mengikuti Xiao Zhan.
"Mom, kenapa pergi? Mari kita masuk dan kita obati lukamu," Yunxi mengulurkan tangannya hendak menggenggam tangan Xiao Zhan, tetapi tak bisa karena lelaki cantik itu malah menghindar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eyes, Nose, And Lips
Roman d'amourXiao Zhan, seorang anak lelaki berusia 15 tahun. Sangat mengagumi Wang Yibo, seorang pria berusia 25 tahun. Sosok lelaki dingin yang amat sangat ia kagumi semenjak ia memasuki masa junior high school. Semakin hari perasaannya berubah menjadi lebih...
