22

2.3K 365 40
                                        

Happy reading guys!!!!

*

*

*


Brak!!!!

Suara pintu terbuka kasar diikuti oleh Lusi yang masuk. Raut marah tercetak jelas di wajahnya diikuti dengan kedua tangannya yang mengepal erat. Wanita itu berbalik saat mendengar suara pintu tertutup.

"Kau lihat berita hari ini? Wang Yibo sudah gila karena berani mengatakan semua itu!" Teriak Lusi penuh amarah pada Yangyang yang baru saja masuk.

"Sekarang mereka pasti sedang bersama dan gadis jalang itu pasti senang karena merasa berhasil mengalahkan diriku," mata sipit wanita itu memincing penuh kebencian. Lusi meremas rambutnya dengan nafas yang memburu.

"Sudah ku katakan padamu, bukan hanya kau yang memiliki power untuk bermain dengan media. Harusnya kau sadar, kau bertahan di dunia entertainment bukan hanya karena kerja kerasmu, tapi juga karena pengaruh keluarga Wang." Ucap Yangyang dengan wajah datar.

"Meski begitu, seharusnya dia tidak melakukan ini di saat drama baruku belum selesainya tayang!" Ucap Lusi tak mau kalah.

Yangyang mendelil ke arah Lusi lalu terkekeh remeh. "Benar yang di katakan Xiao Zhan, kau memang bodoh...," Ucapnya santai yang menyebabkan Lusi memandang tajam dirinya.

"Yaaa, kau sendiri yang memancing keributan, kau yang memulai drama ini. Jika Wang Yibo berada disini, mungkin dia akan menertawakan dirimu."

"Jika saja kau tidak memulai, kekacauan ini tidak akan terjadi dan aku yakin drama mu pasti akan berjalan lancar. Selesai syuting serial drama, kau malah membuat drama di dunia nyata, bodoh sekali."

"Pikirkan baik-baik, siapa dan apa yang menjadi akar masalah ini, jangan hanya menyalahkan orang lain." Ucap Yangyang pedas sambil memandang remeh pada Lusi yang tampak semakin marah.

Tak ingin peduli, dengan santai ia duduk di sofa dan menyalakan televisi. Ia terkekeh saat melihat tayangan televisi yang menyiarkan tentang Yibo. Ia yakin ini akan menjadi yang berita hangat hingga beberapa hari ke depan.

Amarah Lusi semakin menjadi kala kembali mendengar berita itu. Dengan kesal ia mengambil remote dari Yangyang lalu melempar benda persegi panjang itu.

Brak!!!

Wajah Yangyang mendatar saat melihat layar televisi yang menunjukkan garis-garis berwarna hijau, merah, dkk.

"Aku tidak akan membiarkan mereka bahagia..., Kali ini aku akan membalas Wang Yibo terlebih dahulu lalu beralih pada gadis menjijikkan itu," desis Lusi dengan tatapan dingin.

Yangyang menghela nafas tenang lalu membaringkan tubuhnya sambil memainkan ponselnya. Beberapa lama memainkan ponselnya, tiba-tiba muncul sebuah pesan masuk dari PDnim di sertai tautan. Dengan santai ia membukanya dan mulai membacanya.

Manik tajamnya mendelik saat melihat judul artikel dari tautan yang ia terima. Dengan segera ia membuka dan mulai membacanya. Saat di pertengahan, ia beranjak dari baringannya saat membaca komentar di bawah artikel itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 15 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Eyes, Nose, And Lips Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang