Happy reading guys!!!
*
*
*
Beberapa hari berlalu, keributan masih terjadi di depan kedai Xiao Zhan. Para penggemar Lusi masih berdatangan meski tak sebanyak hari-hari sebelumnya. Hal itu membuat pergerakan Xiao Zhan terbatas hingga tak bisa mengantar Yunxi sekolah.
Sebenarnya Xiao Zhan sudah meminta Yunxi untuk pulang bersama Yibo, akan tetapi di tolak oleh bocah itu dengan alasan takut ia akan pergi saat Yunxi berada di sekolah.
Tindakan demi tindakan di lakukan oleh penggemar Lusi entah membakar fotonya dan tindakan lainnya hingga membuat para pejalan kaki terganggu. Namun, itu tak membuat para gadis-gadis muda itu pergi.
Sedikit tidak hal itu juga membuat Xiao Zhan merasa heran. Mengapa orang-orang itu rela menghabiskan waktu di depan rumahnya, apakah mereka tidak sekolah atau bekerja? Setidaknya seperti itulah isi pikiran Xiao Zhan.
"Ma, sepertinya penggemar Nyonya Zhao pengangguran, mereka selalu datang kemari siang dan malam." Ucap Yunxi sambil menilik dari jendela.
"Sepertinya begitu..., Atau mungkin ini pekerjaan mereka." Ucap Xiao Zhan.
"Maksud Mama?" Yunxi memiringkan kepalanya memandang bingung pada sang mama.
"Tidak tahu juga," Ucap Xiao Zhan sembari melangkah menuju pintu keluar.
"Mama mau kemana?" Tanya Yunxi sambil mengikuti Xiao Zhan lalu menahan tangan pemuda itu yang hendak memutar kenop.
"Menemui mereka tentu saja, diam seperti ini saja tidak akan membuat mereka berhenti, ini sudah cukup mengganggu aktivitas dan kenyamanan orang lain." Ucap Xiao Zhan sambil menyentuh puncak kepala Yunxi.
"Kau tunggulah disini, Mama akan keluar sebentar. Apapun yang terjadi jangan keluar karena itu akan berbahaya bagimu, Mama tidak ingin hal buruk terjadi padamu." Pesan Xiao Zhan lalu membungkuk dan memberikan kecupan hangat di puncak kepala bocah itu.
Yunxi berdiri diam sambil memandang kepergian Xiao Zhan. Ia berlari lalu mengintip dari jendela. Manik tajamnya memandang polos orang-orang diluar sana yang mulai meneriaki Xiao Zhan dan itu membuatnya merasa tak terima. Namun, ia tak bisa keluar mengingat pesan yang di berikan oleh Xiao Zhan tadi.
Sementara itu, Xiao Zhan melangkah kehadapan para penggemar Lusi yang meneriakinya.
"Akhirnya kau muncul, gadis menjijikkan." Ucap salah seorang gadis yang Xiao Zhan perkirakan masih remaja di sambut beberapa teriakan dari yang lainnya.
"Kalau kalian terus berteriak seperti ini, bagaimana aku bisa memberikan penjelasan pada kalian?!" Ucap Xiao Zhan yang berhasil membuat sorakan itu semakin berkurang.
"Kalian seperti ini karena kalian tidak tahu kebenarannya, bukan?" Ucap Xiao Zhan lagi dan kali ini membuat semua yang ada disana terdiam.
"Aku butuh 1 orang yang bisa kuajak bicara dan yang lain jangan mengganggu," ucap Xiao Zhan dengan nada tegas dan tak butuh waktu lama untuk seorang gadis yang berusia sekitar 20 tahun melangkah kehadapannya.
"Aku yang akan bicara denganmu, katakan kenapa kau melakukan itu pada Lusi. Dia itu orang baik, dia tak pernah berbuat jahat pada siapapun." Ucap gadis itu penuh percaya diri.
Xiao Zhan mengangguk sembari tersenyum tipis. "Jika aku mengatakan Lusi bukan istri dan ibu yang baik, apa kau akan percaya?"
"Dia seorang wanita yang berkarir di dunia entertainment dan memiliki kesibukan yang bahkan membuatnya tidak memiliki waktu sama sekali untuk suami dan putranya, dia tak pernah hadir dihari ulang tahun putranya sendiri." Ucap Xiao Zhan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eyes, Nose, And Lips
Storie d'amoreXiao Zhan, seorang anak lelaki berusia 15 tahun. Sangat mengagumi Wang Yibo, seorang pria berusia 25 tahun. Sosok lelaki dingin yang amat sangat ia kagumi semenjak ia memasuki masa junior high school. Semakin hari perasaannya berubah menjadi lebih...
