Happy reading guys!!!
*
*
*
Keesokan harinya, Xiao Zhan memilih kembali kembali ke rumah dan Kun menyambut kedatangannya dengan pelukan erat, begitupun dengan Jiacheng yang tak hentinya berucap lega dan senang.
Kini ketiganya berada di meja kasir dengan dengan posisi Xiao Zhan berada ditengah-tengah mereka seolah tak membiarkan pemuda itu pergi lagi.
"Kemana saja kau selama 3 hari ini? Apa kau tahu kalau kami sangat khawatir padamu," ujar Jiacheng sambil menangkup wajah Xiao Zhan.
Senyum lebar terlukis di wajah Xiao Zhan hingga menampakkan gigi kelincinya. Tangannya terangkat menyentuh lengan Jiacheng lalu menurunkannya.
"Aku hanya pergi ke sebuah apartemen untuk tidur, aku malas bertemu denganmu." Ucap Xiao Zhan dengan mata memincing lucu.
Sontak Jiacheng mencebil dengan pandangan sinis. "Kenapa jadi aku?" Ucapnya seraya menjitak pelan kening Xiao Zhan.
"Jangan pergi seperti ini lagi, kau membuat Gege hampir kehilangan akal karena terlalu khawatir padamu." Ucap Kun seraya mengusa bahu sang adik.
Xiao Zhan menatap Kun dengan rasa bersalah. Ia bergerak memeluk tubuh yang lebih pendek itu lalu menyandarkan dagunya di bahu sang kakak. "Maafkan aku karena pergi tanpa memberi kabar, tapi lain kali aku tidak akan melakukannya lagi." Ucapnya.
"Apapun masalah yang sedang kau hadapi, jangan pernah pergi dan menghadapinya sendirian. Ceritakan padaku dan aku akan melakukan apapun untuk membantu menyelesaikannya, kau tidak sendiri." Ucap Kun lembut.
"Setelah paman dan bibi tiada, aku yang bertanggung jawab atas dirimu. Sudah kukatakan, aku akan menjagamu sampai kau mendapat pasangan yang tepat." Ucap Kun menambahkan.
"Humm," Xiao Zhan mengangguk lalu melepas pelukannya.
Grepp...
"Dan akulah yang akan menjadi pasangan yang tepat untuk Zhan Zhan," Jiacheng merangkul Xiao Zhan sambil menunjukkan senyum lebarnya.
"Tidak mau, yang ada aku akan stres jika memiliki pasangan sepertimu. Lagipula aku ingin menikah dengan seorang gadis dan memiliki anak." Ucap Xiao Zhan seraya melepas rangkulan Jiacheng.
"Aku akan memasak makan siang untuk kalian," ucapnya lagi lalu melangkah menuju dapur.
"Kalau kau menikah dengan seorang gadis, yang ada orang-orang di luar sana akan mengira kau menikah sesama jenis." Ucap Jiacheng dengan suara keras sambil terkekeh kecil.
Kliingg
Tap tap tap tap
Suara pintu terbuka diikuti derap langkah berlari membuat Kun dan Jiacheng menoleh. Keduanya terdiam saat mendapati Yunxi berlari melewati mereka menuju dapur.
Bocah tampan itu berlari memasuki dapur dan langsung menubruk Xiao Zhan yang sedang memasang apron. "Ma, Yunxi rindu." Ucap bocah tampan itu sambil membenamkan wajahnya dipinggang Xiao Zhan.
Sontak pergerakan Xiao Zhan terhenti kala mendengar suara itu. Dengan sedikit kasar ia membuka pelukan itu dan berbalik. Tatapan dingin ia layangkan pada bocah tampan itu yang tampak berkeringat.
Bocah tampan itu mengenakan seragam dan bisa ia pastikan Yunxi baru saja pulang dari sekolah. Ia memandang Yunxi yang masih terengah dengan wajah yang memerah serta bibir yang pucat.
"Mama kemana saja? Yunxi dan Daddy... sangat khawatir pada mama..., Bahkan... Daddy selalu pergi mencari Mama setiap hari." Ucap Yunxi dengan suara yang sedikit terputus-putus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eyes, Nose, And Lips
RomanceXiao Zhan, seorang anak lelaki berusia 15 tahun. Sangat mengagumi Wang Yibo, seorang pria berusia 25 tahun. Sosok lelaki dingin yang amat sangat ia kagumi semenjak ia memasuki masa junior high school. Semakin hari perasaannya berubah menjadi lebih...
