Happy reading guys
*
*
*
Yunxi berlari keluar dari mobil dan berlari memasuki rumah megah sang ayah. Ya, ia pulang ke rumah setelah di jemput oleh sang ayah. Awalnya ia menolak karena tak ingin bertemu dengan Lusi, akan tetapi setelah melihat berita mengenai Xiao Zhan akhirnya ia memilih menuruti ucapan sang ayah untuk pulang.
Bocah tampan itu segera masuk dan menghampiri Lusi yang kini tengah duduk menonton televisi sambil memakan camilan dari toples. "Apakah aku pernah mengatakan padamu... Kalau aku menyesal di lahirkan oleh wanita sepertimu?" Ucap Yunxi tepat setah ia berdiri di belakang Lusi.
Dapat ia lihat pergerakan Lusi yang hendak mengambil camilan terhenti. Dengan kecilnya ia melangkah menghampiri wanita itu yang memandang kosong televisi.
Wajah tampannya menunjukkan raut dingin dan benci kearah wanita itu. "Seharusnya aku mati saja saat kau melahirkan diriku atau... Seharusnya kau saja yang mati!" Bentak Yunxi dengan wajah memerah penuh amarah.
Sementara Yibo hanya berdiri diambang pintu sambil memandang Yunxi tanpa berniat menghentikan sang putra. Ia hanya ingin mengamati bagaimana reaksi Lusi ketika mendengar ucapan Yunxi untuknya.
"Apa maksudmu, Yunxi? Mengapa kau berkata begitu?" Ucap Lusi sambil menatap terluka pada sang putra.
"Seharusnya kau tidak kembali! Aku benci padamu!" Ucap Yunxi sambil menunjuk Lusi. Ia bahkan tak merasa kasihan sedikitpun ketika melihat raut sedih yang ditunjukkan oleh wanita itu.
Prangg!
"Wang Yunxi! Berhenti bersikap kurang ajar, aku ini ibumu!" Bentak Lusi setelah melempar toples. Wanita itu menunjukkan raut tidak terima dan marah ketika mendengar ucapan Yunxi yang menurutnya sangat tidak sopan.
"Tapi kau bukan ibuku! Aku hanya memiliki mama!" Bentak Yunxi tak mau kalah. Urat-urat halus muncul di leher putih bocah itu. Wajah bulatnya pun mulai memerah di sertai air mata yang menggenang di manik tajamnya.
"Kau hanya wanita egois, hanya ingin di mengerti, dan tidak bertanggung jawab." Ucap Yunxi menambahkan.
Lusi mengangkat tangannya hendak memukul Yunxi, akan tetapi Yibo lebih dulu menahan lengannya.
"Apakah kau merasa sesak mendengarnya?" Ucap Yibo dengan suara rendah. Pria tampan itu melangkah ke hadapan Lusi dan memandang wanita itu dengan raut tenang.
Ia beralih melirik Yunxi yang juga memandang marah pada Lusi. Tangan bocah itu tampak terkepal di selingi nafas yang memburu. "Yunxi, masuklah ke kamarmu." Titah Yibo yang langsung di turuti oleh Yunxi.
"Tahu seperti ini, seharusnya aku tidak lahir saja." Ucap Yunxi kemudian melangkah pergi.
Memandang kepergian Yunxi, Lusi tak menyadari tatapan remeh yang di layangkan Yibo padanya.
"Bagaimana rasanya?" Yibo buka suara sambil menghempas Pelang tangan Lusi.
"Apa maksudmu?!" Ucap Lusi dengan kernyitan tipis di dahinya.
"Bagaimana rasanya ketika putramu secara terang-terangan mengatakan benci padamu, apakah kau menyukainya?" Tanya Yibo seraya menyedekapkan kedua lengannya di depan dada.
"Bagaimana Yunxi bisa mengenal gadis itu dan mengapa dia memanggilnya dengan sebutan menjijikkan itu...," Lusi menjeda kalimatnya dan beralih menatap tajam pada Yibo yang masih menatap santai padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eyes, Nose, And Lips
RomansaXiao Zhan, seorang anak lelaki berusia 15 tahun. Sangat mengagumi Wang Yibo, seorang pria berusia 25 tahun. Sosok lelaki dingin yang amat sangat ia kagumi semenjak ia memasuki masa junior high school. Semakin hari perasaannya berubah menjadi lebih...
