16

3.3K 429 80
                                        

Happy reading guys!!!

*

*

*

Lusi melangkah gontai menuju mobil sambil mendongak menahan air mata. Setelahnya ia melakukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi dan tanpa bisa ditahan lagi, air asin itu menetes begitu saja membasahi pipi tirusnya.

Dengan kasar memukul setir mobil dan terus melaju membelah jalanan hingga akhirnya ia berhenti di depan gedung kantor sang ayah mertua. Segera ia menghapus air matanya karena dan memperbaiki penampilannya serta memakai kacamata dan juga masker.

Ia segera memasuki gedung dengan angkuh dan mengabaikan para karyawan membungkuk padanya. Wanita itu melangkah menuju ruangan sang ayah mertua aka Yunlong dan memasukinya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

Brak!

Lusi membanting pintu hingga tertutup dan saat berbalik ia mendapati Yunlong dan sang ibu mertua aka Ayunga memandangnya dengan raut tidak suka.

"Jika orang-orang tahu sifat aslimu seperti ini, aku yakin tidak akan ada yang menyukaimu. Dimana sopan santun mu sebagai seorang menantu?!" Tegur Ayunga dengan tatapan sinis.

Lusi tak mempedulikan ucapan sang ibu mertua dan melangkah menghampiri kedua mertuanya. "Mama, Baba, apa kalian tahu sesuatu?" Tanya Lusi dengan nafas yang terengah. Ia membuka masker dan kacamatanya lalu menaruhnya dengan kasar diatas meja.

Ayunga membuang muka karena tak ingin menjawab karena tanpa Lusi mengatakannya pun, ia sudah tahu akan kemana arah pembicaraan sang menantu.

"Apa maksudmu?" Tanya Yunlong yang masih berusaha maklum.

"Yibo..., Ada apa dengannya?! Mengapa dia tiba-tiba ingin bercerai denganku? Memang apa salahku?"

"Dan Yunxi, putraku bahkan tidak peduli padaku." Ucapnya menambahkan.

"Baba tidak tahu, Yibo tak pernah mengatakan apapun pada Baba dan untuk Yunxi, mungkin karena selama ini kau tak pernah ada di sampingnya." Ucap Yunlong yang memang tak mengetahui arah pembicaraan Lusi.

"Tapi selama ini Yibo hanya bekerja dan tak pernah melakukan hal lain..., Tapi selama satu bulan ini dia sering tidak fokus, apa mungkin karena dia sedang memikirkan keputusan yang akan ia ambil." Ucap Yunlong sambil memandang Lusi dengan raut bertanya.

"Lalu mengapa Baba tidak memberitahu...?" Pertanyaan Lusi terhenti kala melihat Ayunga yang bereaksi.

Ayunga beranjak lalu melangkah menghampiri Lusi yang masih berdiri. Wanita itu memandang sang menantu dari kaki hingga rambut dengan raut sinis.

"Apa kau pikir kami tidak punya pekerjaan lain sehingga kami harus melaporkan semua hal yang terjadi selama kau pergi?!" Ayunga semakin mendekat hingga jaraknya hanya sekitar 30cm dari sang menantu.

Ia menghela nafas pelan sambil memperbaiki rambutnya yang dengan anggun. "Dan kau bertanya apa salahmu?" Ayunga membuang nafas seraya terkekeh pelan.

"Yah! Kau menikah dan memiliki anak, tapi kau bahkan tak pernah menjalankan peranmu dalam dua hal itu. Haha, apa kau terlalu bodoh untuk mencerna semua hal yang terjadi sehingga kau masih perlu bertanya?!" Ucap Ayunga pedas.

Eyes, Nose, And Lips Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang