are we too young for this?

269 52 0
                                        

prakash terbangun, ia sudah melihat kalingga yang sudah bersiap berangkat.

"bareng ga?"

"EHH, IYA TUNGGU" dengan terburu, ia bersiap siap.

10 menit..

"YUK"

prakash dan kalingga menaiki motor bersama, kalingga hanya bisa terdiam sementara prakash terus bercerita dibelakangnya.

"kok ada orang kaya prakash ya." batinnya terheran

satat mereka sampai, prakash turun dan mengucapkan selamat tinggal kepada kalingga

"dah"

kalingga menjawabnya dengan tangan melambai.

disisi lain, theo. seperti biasanya..

"AAA THEOO"
"THEOOOOO"

"berisik." ucap pelan theo

theo terus berjalan, mengabaikan suara bising itu. ia memasuki toilet pria, dimana para fans nya tak akan mengikuti dia.. bukan??

'cling, cling, cling'

theo langsung menggambil hp nya melihat ada pesan masuk dari theo

prakash

theo.
gue gakuat rasanya

gakuat gakuat, besoknya ketawa ketiwi, ngangong ngengong

serius, gue cape.

ya sama gue juga kash, tapi mau gimana. namanya hidup.

gue pengen mati deh

brengsek. jangan gitu.


"kash kash.."

theo kemudian keluar saat bel berbunyi.
melihat ke kiri kanan, memastikan tak ada seorang fans yang melihatnya.

__________

20.00

prakash berjalan kaki pulang, saat ia santai mendengarkan musik. ia melihat kai sedang mencoba membunuh dirinya sendiri.

"KAII!" teriak prakash melihat kai sedang berdiri di sungai berusaha meloncat

"ah, ga ngajak ngajak kamu."

kai diam, ia berusaha meloncat. tetapi prakash menahan nya dan ikut naik.

"kai.. kalau kamu loncat, aku loncat"

kai segera turun, begitu juga prakash.

prakash segera memeluk kai.

"kamu gapapa? k-kamu lu-luka??" tanya prakash

"ngga. kai gapapa."

prakash menangis di pelukan kai, seakan dia sudah menganggap kai sebagai adiknya.

"aku ga tega liat kamu kaya gini."

____________

17.00

adik arjuna keluar dri kamarnya.

"kak, ini kita belum bayar-"

"iya, kakak udah kerja sampingan kok. adek tenang aja, adek fokus belajar dlu. gausah mikirin uang, biar kakak aja."

arjuna masuk ke kamarnya, membaringkan tubuhnya yang lelah itu di kasur.

"nenek tenang aja. arjuna bisa kok jaga adek." mata arjuna berkaca kaca melihat foto sang nenek dengan adiknya.

'drt.. drt..'

"halo?"

"jun, lo ikut ga ke cafe?"

"ngga makasih, gue nanti ada shift malam."

"loh? kerja lo?"

"iya."

'bip'

arjuna meletakkan ponsel nya. ia larut dalam pikiran nya sendiri. tetapi akhirnya ia keluar dan mulai memasak sebelum pergi bekerja.


"hmmm... baunya enak" puji adiknya

"haha, iya dong. kakak yang masak"

"nih, makan"

"makasih"

arjuna membiarkan adiknya memakan semuanya, ia hanya membawa roti dan susu.

"kakak berangkat dulu ya."

"hati hati kak"

arjuna menganguk dan tersenyum.

"kau sungguh berharga dimataku." ucap arjuna melihat ke arah adikknya yang sedang makan

5 Insan - TAMATTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang